PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Tagar ‘BubarkanPDIP’ Trending di Twitter, Ada Apa?

2 min read
– Photo: Capture/@PA_009 (Twitter)

LOMBOK GROUP NEWS | Media sosial twitter Indonesia tengah diramaikan dengan topik perbincangan ”Bubarkan PDIP” sejak pagi tadi, Senin 4 januari 2021.

Sebelumnya tagar tenggelamkan Partai Demokrat lebih dulu masuk topik trending twitter, namun tagar itu tidak bertahan lama diduga lantaran dinaikkan oleh akun-akun bodong atau bot yang tidak diketahui sumbernya.

“Ada yang panik nih masa naikin hestek # TenggelamkanDemorat. Kalah #LampardOut dan #Chlesea nih pung @UmarHasibuan75 padahal kata @mantriss kalau mau jadi oposisi belajar ke PDIP. Baru segitu aja udah panik,” tulis salah satu akun Twitter @Panca66

Baca Juga:  Menteri KKP Ditangkap, Andreau Pribadi Jadi 'BURONAN' KPK: Ini Sosoknya

Selain itu, warga net lainya ikut meramaikan hastag tersebut dengan beberapa postingan yang cukup membuat sesak. Salah satunya pemilik akun @Muslimahmazaya.

“Saat jadi oposisi teriak paling keras menjatuhkan yg sedang berkuasa. Saat sedang berkuasa teriak paling keras membungkam oposisi dan rakyat. Shame on you PDIP,” terangnya.

Tak beda jauh dengan pengguna lainya sebutkan ‘BubarkanPDIP’ semakin ramai saat artikel ini dibuat.

“Korupsinya serigala,hukumannya srimulat…. selamat datang anda berada di negeri dagelan. #BubarkanPDIP,” tulis akun Twitter @Zdjalie.

Sejauh ini, topik ” Bubarkan PDIP ” telah disebutkan oleh pengguna Twitter sebanyak 22.200an kali dan memuncaki posisi terpopuler di topik trending twitter Indonesia hari ini.

Baca Juga:  Berikut Alasan Kenapa Indonesia Berada Di No 3 Negara 'TERKORUP' Di Asia

Sebagai informasi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam waktu 10 hari di akhir tahun 2020 lalu, sebanyak tiga kader terbaiknya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antaranya Juliari Batubara, Wenny Bukamo dan Ajay Muhammad Priatna.

Tak hanya itu, status tersangka Harun Masiku dan masuknya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus suap pergantian antarwaktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang melibatkan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, hingga kini masih tidak diketahui keberadaannya juga menjadi salah satu yang memperburuk citra PDIP dimata rakyat.

Baca Juga:  Difitnah Keji Dan Dipenjara Tanpa Diadili, Ulama SUMBAR Ini Tetap Bersedia Jadi Imam Shalat Jenazah Soekarno
EDITOR: Hans