PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Donald Trump Tamat, Fahri Hamzah Ingatkan Penguasa Indonesia Yang Suka ‘BLAGU’?

2 min read
Photo: Ilustrasi/Capture/Fahri Hamzah (Video/Twitter)

LOMBOK GROUP NEWS | Beberapa waktu lalu akun Twitter Donald Trump disuspend oleh Twitter, namun belakangan akun tersebut diperbolehkan digunakan kembali setelah disuspend selama 12 jam akibat postingannya yang memicu kekerasan di gedung Capitol.

Namun baru-baru ini kembali beredar bahwa akun Twitter milik Donald Trump tersebut sudah tidak bisa lagi diakses karena ditutup permanent pihak twitter. Akun yang beralamat di @realdonaldtrump itu diumumkan telah ditangguhkan oleh Twitter.

“Akun ditangguhkan. Twitter mencekal akun yang melanggar aturan,” demikian tulis Twitter.

“Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut,” tulis Twitter dalam informasi terbarunya.

Baca Juga:  Drs. Choirul Anam (Cak Anam): Banser Seperti Jangkrik, Mudah Diadu

Diketahui penangguhan tersebut dilakukan  lantaran Trump telah berulang kali melakukan pelanggaran. Akibatnya, Twitter membanned akun tersebut secara permanent atau untuk selamanya.

Kini, perbincangan terkait Donald Trump masuk sebagai topik trending Dunia,  di Indonesia sendiri Donald Trump ditweetkan warganet sudah mencapai 7 juta kali lebih.

Tak hanya warganet biasa, Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah Melalui akun twitter pribadinya juga menyoroti peristiwa yang menimpa Mantan Presiden AS ke-45 tersebut.

“Paman Donald tamat, akun twitter-nya pun ditutup, kemarin blagunya kayak apa ya” ungkap FH seperti dikutip dari akun twitternya, Sabtu  (9/1).

Baca Juga:  [VIRAL]Pembenci-FPI Ini Kesulitan Biaya Lahiran Isterinya 12 Jutaan, Malah Dibantu Netizen Pro-FPI

Lebih lanjut dalam kicauannya, Fahri mengingatkan  kepada para penguasa agar selalu rendah hati dan tidak blagu.

“Sekali lagi, kekuasaan itu sementara dan ada priodenya. Memimpin Negara superpower ada masanya, tetaplah rendah hati wahai para pemimpin #StopBlagu” pesannya.