PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Ngeri! Sebelum Akunnya Ditutup Permanent, Donald Trump Berkicau Lewat Akun Resmi Pemerintah

2 min read
Photo: Capture/Donald Trum(Twitter)

LOMBOK GROUP NEWS | Situs media sosial Twitter akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menutup akses Presiden AS Donald Trump usai ‘pemberontakan’ di Washington terjadi.

Akun Twitter Donald Trump telah ditangguhkan secara permanen, berdasarkan pernyataan yang keluar dari raksasa media sosial tersebut.

Pihak Twitter mengatakan prihatin dengan risiko kekerasan yang bisa saja kembali terjadi usai kerusuhan di Capitol yang menewaskan 5 orang tersebut.

Twitter mengatakan dua cuitan milik Donald Trump yang diunggah pada Jumat 8 Januari 2021 lalu telah melanggar kebijakan pihaknya.

Dua jam usai pemblokiran akun pribadinya tersebut, sang miliarder yang masih menjabat sebagai presiden AS itu tampak semakin putus asa.

Tak menyerah Donald Trump mencoba mengunggah sebuah cuitan melalui akun resmi POTUS (Presiden AS), namun unggahannya tersebut dengan cepat dihapus pihak Twitter.

Baca Juga:  Majalah Foresight Jepang: Anies Masuk Daftar 20 Tokoh Dunia Berperan Dalam Perubahan Dunia Mendatang

Kami tidak akan Bungkam!,” tulis Trump di akun resmi pemerintah @POTUS, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Mirror.

Twitter bukan tentang PIDATO GRATIS,” ujarnya dalam cuitan yang telah dihapus tersebut.

Bahkan dalam cuitannya tersebut Trump menambahkan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk membangun platform media soslalnya sendiri dalam waktu dekat.

Pernyataan Twitter sebelumnya telah menjelaskan jika akun pribadi milik Donald Trump telah melenceng dari aturan kebijakan yang ada terlebih setelah kekacauan yang terjadi di Capitol AS.

Setelah meninjau dari dekat tweet terbaru dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya – khususnya bagaimana mereka diterima dan diinterpretasikan di dalam dan di luar Twitter – kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut,” tulis Twitter.

Baca Juga:  Trump Sebut Hillary Clinton Sebagai Pendiri ISIS

Perlu diketahui, selama kekerasan dan kerusuhan, Trump menggunakan Twitter untuk menyiarkan video di mana dia mengatakan kepada massa untuk ‘pulang’ tetapi juga mengatakan ‘kami mencintaimu’.

Selama duduk di kursi kepemimpinan Donald Trump memang sering mengunggah sebuah cuitan di laman Twitternya,

Dia sering mengirimkan tweet yang marah atau tidak akurat secara faktual kepada tokoh-tokoh publik yang tidak menyenangkannya.

Sejak pemilihan November 2020, Trump telah mengirimkan tweet yang tak terhitung jumlahnya yang secara palsu mengklaim ada penipuan yang meluas.

Pada kenyataannya, Biden memenangkan Electoral College sambil memperoleh tujuh juta lebih banyak suara daripada Trump dalam perjalanannya untuk menerima suara terbanyak dari setiap Presiden terpilih AS yang pernah ada.

Baca Juga:  Beredar Karikatur Jepang Yang Bercaption "Kereta Cepat Pengemis", Apakah Untuk Indonesia??

Trump sebelumnya telah mendorong para pendukung untuk turun ke Washington bersama Kongres karena proses lengkap untuk secara resmi menunjuk Biden sebagai Presiden ke-46.

Bahkan sebelum ditangguhkan secara permanen, Trump sempat menuliskan sebuah pandangan terkait kekerasan yang terjadi di Capitol.***

Baca Juga SumbernyaDISINI