PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Tulisan Aloysius Hartono (Umat Katholik) Tentang FPI Reborn

Yang Menghalangi New FPI Berbuat Baik Membantu Korban Bencana Alam, Berarti Mereka Menyalahi Perintah Alkitab

Salam sejahtera bagi kita semua,

Kembali saya, Aloysius Hartono ingin menyapa saudara sekalian di media sosial, dan mengungkapkan apa yang menjadi perhatian dan pemikiran saya hari-hari ini.

Karena kita tahu, musibah dan bala bencana terus menghiasi tanah air Indonesia yang kita cintai, sejak awal tahun baru 2021 hingga saat ini, Jumat 22 Januari 2021.

Di Kalimantan Selatan banjir menerjang, di Mamuju Sulawesi Barat gempa bumi menghentak, di Sumedang dan Manado bencana tanah longsor melanda, di Cianjur angin puting beliung mengamuk, dan banyak lagi.

Korban jiwa baik nyawa maupun harta benda pun tak bisa dihindari dari tempat-tempat ini. Hal ini tentu sungguh sangat memprihatinkan bagi kita semua …

Baca Juga:  PENJELASAN ILMIAH BAGI PARA SAHABAT YG LEBIH MENYUKAI "ULAMA SEJUK" DAN YG MENJAUHI "ULAMA PANAS/KERAS"

Namun Puji Tuhan, pemerintah telah berupaya memberikan bantuan untuk korban bencana alam, walau dari apa yang saya baca di media, banyak korban bencana yang mengeluhkan lambatnya bantuan dari pemerintah untuk mereka.

Satu yang luput dari perhatian, ternyata orang-orang eks FPI (Front Pembela Islam), turut hadir bahkan terdepan di banyak lokasi bencana alam untuk memberikan bantuan.

Mereka hadir di Mamuju, mereka hadir di Kalimantan Selatan, mereka hadir di Sumedang, Cianjur dan banyak lagi lokasi bencana, walaupun tidak dibiayai oleh pemerintah, bahkan sudah tidak punya nomor rekening lagi untuk menggalang dana karena sudah dibekukan oleh PPATK.

Tetapi mereka tetap mampu hadir dan memberikan bantuan. Bahkan kabarnya sebagian dana berasal dari uang patungan dari mereka sendiri.

Mereka hadir dengan nama yang baru (Front Persaudaraan Islam) namun dengan amal kegiatan yang sama dengan sebelumnya, yaitu aktif membantu korban bencana alam, tanpa membeda-bedakan suku, agama dan latar belakang apapun.

Baca Juga:  Ketika Orang-orang Baik Diam | Oleh: Presiden Nusantara Foundation

Sungguh, Sebagai umat Katolik saya iri. Andai saja ada kelompok umat Katolik yang aktif membantu umat seperti New FPI ini, tentu saya sangat bangga. Namun bagi saya, siapapun yagn melakukan kebaikan apalagi membantu korban bencana alam, harus kita dorong dan apresiasi, karena memang itulah yang diajarkan dalam Alkitab.

Dalam Galatia 6:9 dikatakan: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Galatia 6:10 Krn itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Ternyata … Perintah kebaikan yang diajarkan dalam Alkitab agama saya, justru saat ini banyak dilakukan oleh orang-orang New FPI yang tentunya beragama Islam.

Ini fakta yang saya lihat, dan saya mempersilahkan bagi pihak yang belum tahu untuk mengecek fakta ini, bahwa orang-orang FPI baru saat ini sedang berjibaku memberikan bantuan di banyak lokasi bencana.

Karena itu saya tak habis pikir … bila masih ada orang yang membenci FPI. Lihatlah saat ini New FPI aktif membantu korban bencana alam dimana-mana, dan mereka membantu tanpa membeda-bedakan suku, agama dan asal usul apapun.

Baca Juga:  Usai Dibubarkan, Shabri Lubis dan Munarman Deklarasikan FPI Baru (Front Persatuan Islam)

Hal ini sebetulnya juga telah rutin dilakukan saat mereka masih bernama Front Pembela Islam, atau saya sebut saja Old FPI. Sedangkan pihak yang mengecam FPI, justru saya lihat banyak yang tidak memberikan bantuan apa-apa untuk rakyat Indonesia yang ditimpa kemalangan.

New FPI lebih baik dari kebanyakan pembencinya. Hal ini tak bisa kita pungkiri.

Terakhir dari saya sebagai penutup,,, Semoga hati kita semua dipenuhi oleh rasa kasih, cinta dan pemaaf.

Apapun agama dan keyakinan kita, mari jauhi dendam dan kebencian, saatnya kita berangkulan demi untuk kebaikan bangsa ini ke depan supaya mampu melewati segala permasalahannya.

Terima kasih.
ALOYSIUS HARTONO (Katolik)