Acara Dies Natalis UIN Sumatra Utara “Jejak PELACUR ARAB Dalam Seni Baca Alquran”

KATEGORI

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyesalkan seminar yang dipiahselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang diselenggarakan dalam rangka dies natalis ke-44.

Menurut dia, seminar yang berjudul ‘jejak pelacur Arab dalam seni baca Al-Quran’ merendahkan kitab suci umat islam.

“Judul tersebut sangat tendesius dan merendahkan kitab suci umat islam,” ujar Anwar melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Anwar meminta pihak UIN Sumatera Utara untuk meminta maaf secara terbuka. Hal ini karena MUI tidak ingin persoalan tersebut menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

“Permintaan maaf secara terbuka kepada umat islam terutama umat islam indonesia agar persoalan ini tidak meluas,” katanya.

Dia juga mengimbau agar semua pihak menahan diri agar terjaga keamanan dan tidak terjadi kegaduhan. “Kita serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang terkait terutama Kementrian Agama agar mengambil langkah cepat dan tepat agar masalah ini tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan agar hal serupa tidak terulang lagi,” tandasnya.

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) menyampaikan permohonan maaf atas penyelenggaraan diskusi dengan judul ‘Jejak Pelacur Arab Dalam Seni Baca Alquran’ yang dilangsungkan di Fakultas Ilmu Sosial (FIS), UIN Sumut, Medan Senin (11/12) kemarin.

Permohonan maaf ini disampaikan Dekan FIS UIN Sumut, Ahmad Qorib, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Selasa (12/12). Permohonan maaf tertulis itu dibenarkan Wakil Dekan III FIS UIN Sumut, Faisal Hamdani. Dalam pernyataannya, Ahmad Qorib meminta maaf atas kelalaian pimpinan sehingga acara tersebut yang dilaksanakan tanpa menyeleksi materinya.

“Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut bersikap tegas terhadap kekeliruan topik kontroversial yang disampaikan dan memanggil saudara Yasir Arafat sebagai narasumber untuk memberikan keterangan secara tertulis dari materi yang disampaikan,” ujar Qorib.

Selain itu, pihaknya juga memberikan teguran lisan serta meminta Yasir Arafat untuk meminta maaf kepada publik khususnya umat Islam dan memberikan klarifikasi tertulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.