Berikut Ciri-ciri Jatuh Cinta Yang dapat Berubah Menjadi Mengerikan (LoveSick)

KATEGORI

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Jatuh cinta berjuta rasanya. Tapi kalau sudah mengalami hal-hal yang lebih dari sekedar jantung berdebar ketika melihat si dia, waspada rasa cinta tersebut sudah berubah jadi sesuatu yang indah sekaligus mengerikan–lovesick.

David Sack, MD, dari Elemen Behavioral Health menjelaskan bahwa lovesick merupakan reaksi kimia di otak yang sebenarnya sangat mirip dengan reaksi otak terhadap narkoba. Otak digenangi oleh serotonin, dopamin dan norepinephrine yang mana masing-masing memicu respons emosional dan fisiologis yang kuat. Campuran bahan kimia ini mempengaruhi emosional, mental dan fisik seseorang yang mengalaminya.

Dikutip dari She Knows, Jumat (3/11/2017), perubahan tersebut di antaranya seperti obsesi yang makin menjadi. Orang yang di bawah pengaruh lovesick akan terus menerus membayangkan pujaan hati hingga mengganggu produktivitas di tempat kerja. Melihatnya saja membuat ia dipenuhi euforia bahkan bisa melemahkan kaki hingga gemetaran.

Parahnya lagi, lovesick bisa menimbulkan rasa cemas terus menerus karena takut menerima penolakan. Tentunya, ini akan mengganggu tingkat kepercayaan diri orang tersebut. Dalam tahap yang semakin berat, kecemasan dan insomnia bisa saja dialami.

Kebiasaan lain yang menjadi pertanda lovesick, ia akan mengusahakan diri untuk bertemu dengan orang yang ia sukai. Setiap gerakan dan apa yang dikatakan sebisa mungkin diartikan. Seperti misalnya, ketika orang yang disukai sedang melamun, Anda menjadi menerka-nerka apa yang sedang ia pikirkan.

Untuk menghentikan kegilaan ini, Anda perlu untuk menyegarkan pikiran dengan kegiatan lain contohnya mengikuti kelas yoga. Selain itu, menu makanan ternyata juga berpengaruh besar dalam membantu Anda terlepas dari jerat lovesick karena makanan sehat dapat meredakan rasa stres.

Yang terpenting jangan fokuskan diri untuk stalking dia melalui media sosial. Atur waktu Anda berseluncur di dunia maya. Bila perlu, minta bantuan teman atau saudara untuk mengingatkan Anda ketika mulai keblablasan. Semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.