Abu Al-Qasim Al-Zahrawi Merupakan Pelopor Bedah Syaraf (Pioneer Of Neurosurgery)

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Sosok Abu al-Qasim Khalaf Ibn al-Abbas Al-Zahrawi baru terungkap setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menjadikannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol

Sejarah hidupnya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya

Ia dilahirkan pada 936 M di kota al-Zahra, berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar (Ansar Madinatul Munawwarah) yang berhijrah ke Andalusia dan menetap di Spanyol

Di kota Cordoba itulah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat , serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga ia tutup usia

Abu al-Qasim mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia

Kejeniusannya diakui oleh para dokter di zamannya terutama di bidang bedah. Jasanya dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar

Al-Zahrawi meninggalkan sebuah karya yang sangat luar biasa dan fenomenal bagi ilmu kedokteran, yakni kitab at-Tasrif li man ‘ajiza ‘an al-Ta’lif (Medical Vademecum atau Buku Pedoman Kedokteran, sebuah ensiklopedia kedokteran)

Kitab tersebut kemudian dijadikan materi sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume

Di Barat Al-Zahrawi dikenal sebagai Albucasis. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia Barat. Menurut Dr.Campbell dalam History of Arab Medicine mengatakan, “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan az-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa”