Fenomena Langka “SUPERMOON” dan Gerhana Bulan Akan Terjadi Di Indonesia, Inilah Waktunya

KATEGORI

Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Fenomena langit super langka akan terjadi pada 31 Januari 2018. Bulan yang terbit pada malam 31 Januari 2018 adalah bulan super (supermoon), bulan biru, dan gerhana bulan.
Fenomena sekaligus itu jarang terjadi. Menurut Space.com, fenomena ini terakhir terjadi 150 tahun yang lalu.

Supermoon terjadi ketika bulan purnama berada pada titik orbitnya yang terdekat ke Bumi, sehingga tampak sampai 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar dibanding ketika bulan berada pada titik terjauh dalam orbitnya.

“Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi pada tahun 2018, yaitu sejauh 358.993 km,” seperti tertulis dalam siaran pers BMKG yang diterima CNNIndonesia.com. Bulan purnama terakhir Januari juga dikenal sebagai bulan biru, karena merupakan bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan.

Berdasarkan analisis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), fenomena ini bisa disaksikan dari Indonesia. Puncak Supermoon ini terjadi pada 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB. Masyarakat di wilayah Indonesia Tengah, bisa menyaksikan supermoon pukul 21.26 WITA, dan pukul 22.26 WIT bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

Namun, waktu terbaik untuk melihat supermoon adalah sesaat setelah moonrise atau saat bulan baru saja muncul dari garis horison. Pada 31 Januari, moonrise di Indonesia diperkirakan terjadi pada 18.08 WIB.
Moonrise di wilayah Indonesia Tengah pada pukul 18.36 WITA, dan di Indonesia bagian timur pukul 17.42 WIT.

Pada saat Supermoon terjadi, Bulan juga mengalami peristiwa gerhana bulan total yang dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia selama 76 menit. Pada saat itulah bulan juga mengalami perubahan warna menjadi merah.

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *