• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Rekam Jejak: 15 Kader PDIP Pernah Studi Banding Dengan Partai Komunis China


Rekam Jejak: 15 Kader PDIP Pernah Studi Banding Dengan Partai Komunis China

Tanda pagar atau Tagar soal hubungan PDI Perjuangan dengan Komunis kembali muncul di media sosial. Setelah sebelumnya ramai dengan #PDI_PerjuanganUntukKomunis, kini sudah ramai lagi #PDIPsarangKomunis.

Hasil penelusuran kami melalui mesin penelusuran milik GOOGLE, ada banyak media online yang memeberitakan soal Kader PDIP yang melakukan studi banding dengan Partai Komunis salah satunya yang kami kutip adala milik media merdeka.com yang bertajuk: 15 Kader PDIP studi banding dengan Partai Komunis China. Berita tersebut dipublikasikan Senin 14 Oktober 2013 Pukul 11:18 oleh reporter Ya’cob Billiocta

Baca Juga:  Ketua BEM UI Yang Lagi Viral Itu Ternyata Mantan Pendukung Jokowi

Berikut Isi Beritanya:

15 kader PDIP berangkat ke China, memenuhi undangan Partai Komunis China untuk studi banding berbagai masalah pembangunan di sekolah partai negara tersebut hingga 23 Oktober 2013. Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, kader partainya yang belajar di sekolah partai itu merupakan angkatan ketiga pada tahun ini.

Selain Eva yang juga anggota Komisi III DPR RI, kader PDIP lainnya yang berangkat ke China antara lain Vanda Sarundayang (anggota Komisi VI DPR RI yang sekaligus Ketua Taruna Merah Putih Sulut), Bupati Ngawi Budi Sulistyo, Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto.

Baca Juga:  Sejarah Pendiri NU Hilang di Kamus Sejarah Indonesia, Tokoh Komunis Malah Dimunculkan

“Selebihnya, anggota berbagai departemen di DPP PDI Perjuangan,” kata Eva kepada wartawan di Semarang, Senin (14/10).

Selama kunjungan, lanjut Eva, delegasi akan pergi ke Shanghai, Guiyang, dan Beijing. Di Shanghai, delegasi akan meninjau lapangan untuk mempelajari bagaimana cabang dan ranting partai bekerja, melakukan observasi di pusat perawatan kesehatan anak-anak, dan melihat bagaimana sektor pertanian di pedesaan dikembangkan.

Di Guiyang, delegasi akan mempelajari bagaimana pemerintah setempat membina dan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor produk industri kesehatan, agar bisa masuk pasar internasional.

Baca Juga:  DATA dan FAKTA Bangkitnya Partai Komunis Indonesia

Adapun di Beijing, akan diisi dengan serial workshop dengan para ahli dan pengurus Sekolah Partai China dengan topik antara lain Grassroots Cadres Competitive Selection and Training; The Experiences on Building Close Party-Masses Relationship dan Sharing Experiences on Strengthening and Innovating Of Social Administration.