• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Viral Indomie Varian Saksang Babi Khas Sumatra Utara, Benerkah?




LOMBOK GROUP, NEWS – Baru-baru ini beredar foto mie instan bergambar hidangan daging babi dengan tulisan ‘Rasa Saksang Babi’. Meskipun sudah terbukti kabar hoax tapi netizen masih heboh membahas mie instan ini.

Beredarnya Foto bungkus mie instan merk Indomie dengan rasa Saksang Babi di media sosial itu sempat membuat Warganet resah.

Foto bungkus Indomie rasa Saksang Babi ini tampak dalam unggahan akun Twitter @tipsymerlot, pada Senin (20/7/2020).

Akun Twitter @tipsymerlot menambahkan narasi, “Ada yang dah pernah nyoba…????”

Foto yang sama juga dibagikan oleh penulis lepas yang juga mantan wartawan, Uly Siregar. Melalui akun Twitter @sheknowshoney, Uly terkejut melihat beredarnya foto bungkus Indomie rasa Saksang Babi

Baca Juga:  Pertama Kali Mengunjungi LOMBOK, Gubernur DKI Anis Baswedan Lansung Menyerahkan Bantuan

“Eh, konfirmasi, dong. Ini beneran apa bercanda? Aku sudah siap-siap nangis ini,” tulis Uly, dikutip Suara.com, Selasa (21/7/2020).

Pihak Indome pun telah memberikan klarifikasi atas beredarnya foto mie instan rasa Saksang Babi tersebut.

Melalui postingan di akun Instagram @Indomielovers, Senin (20/7/2020), Indomie menegaskan kepada konsumennya bahwa mereka selalu memproduksi mie instan dengan mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Hai Indomielovers! Kami berkomitmen bahwa seluruh produk Indomie sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI agar aman dikonsumsi, jadi kamu ngga perlu khawatir. Kami selalu memastikan keamanan produk Indomie selalu terjaga, demi kenyamanan kamu,” tulis Indomie.

Baca Juga:  Viral Video HRS Ditendang Polisi, Ini Kata DPP FPI

FYI…Gambar kemasan Indomie bertuliskan Saksang Babi itu tak lain adalah keisengan yang dibuat netizen. Bagi masyarakat Batak, saksang bukanlah masakan asing. Saksang babi bahkan jadi kuliner tradisional kebanggan masyarakat Batak terutama di wilayah Toba.

Saksang sendiri merupakan masakan yang terbuat dari daging babi, daging anjing atau daging kerbau yang dicincang dan dimasak dengan bumbu. Hidangan ini kerap hadir saat perayaan adat atau keagamaan masyarakat Batak. Bagi umat muslim, hidangan ini termasuk haram karena bahan bakunya daging anjing dan daging babi.

Baca Juga:  Wartawan Kecewa Deklarasi PASUTRI Batal, Pegawai: Gak Ada Yang Booking Acara

VIDEO INI MUNGKIN MENARIK UNTUK DITONTON “Mengaku Kafir Musholla Darussalam Perum Villa Elok Dicoret dan Al-Qur’an Dirobek”