• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Masjid Jogokariyan Pasang Baliho Dan Spanduk Do’akan 6 Laskar FPI Syahid, Eh Dicopot Aparat Juga


Masjid Jogokariyan Pasang Baliho Dan Spanduk Do’akan 6 Laskar FPI Syahid, Eh Dicopot Aparat Juga

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jogokariyan, Yogyakarta, terlihat memasang baliho dan spanduk yang berisikan ungkapan respons terhadap penembakan enam pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).


Insiden penembakan yang dilakukan oleh polisi itu terjadi di Jalan Tol Jakarta Cikampek pada Senin dini hari (7/12/2020). Beruntung pada saat kejadian HRS sendiri dan keluarga intinya selamat namun enam pengawalnya meninggal tertembak.

Baca Juga:  Bukti Kebenaran Surat Ar-Rahman:19-29 dan Al-Furqan:53 Tentang Dua Air laut yang Tidak bisa Menyatu

Peristiwa itu sempat menjadi pusat perhatian publik, bahkan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Jogokariyan memasang khusus baliho dan spanduk yang isinya mendoa’akan para korban agar mendapat pahala Kesyahidan.


.
“Semoga Mendapat Pahala Kesyahidan 6 Syuhada’ Pembela Islam. Jutaan Pemuda Islam siap meneruskan perjuanganmu MENYELAMATKAN NKRI.” Demikian isi tulisan spanduk dan baliho yang terpasang.

Gambar: Aparat Copot Baliho 6 Laskar FPI di Masjid Jogokariyan/@MasjidJogoKariyan (Instagram)

Namun, tak lama setelah spanduk dan baliho itu menyebar di medsos, dengan alasan untuk menjaga kondusivitas Kota Jogja, beberapa pihak kemudian meminta agar baliho dan sepanduk itu segera dicopot.

Baca Juga:  Mengaku Salah, Jaksa Minta Maaf ke Habieb Rizieq Shihab

Sementara dari pihak Masjid sendiri tidak mempermasalahkan pencopotan baliho dan spanduk itu, menurutnya yang terpenting adalah Do’a dalam spanduk telah tersampaikan.

Tak hanya itu, “demi menjaga kondusivitas dan profesionalitas juga, Masjid Jogokariyan meminta agar pencopotan dilakukan oleh pihak Satpol PP saja, tidak perlu Kepolisian atau pun TNI karena keduanya mengemban tugas yang jauh lebih besar terkait keamanan dan pertahanan negara seperti misalnya kasus korupsi dan separatisme di Papua” tulis masjid jogokariyan di akun instagramnya.