Orang Tua Korban Angkat Bicara Terkait Penembakan 6 Laskar FPI

Salah satu orang tua anggota Laskar FPI yang menjadi korban penembakan yang dilakukan pihak kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) angkat bicara terkait isu tuduhan anaknya membawa senjata saat pengawalan Imam besar FPI Habieb Rizieq Shihab (HRS).
Suhada, orang tua dari Faiz Achmad Syukur, pengawal khusus HRS yang menjadi korban penembakan menolak anaknya disebut membawa senjata saat terlibat bentrok dengan Polri.
“Saya juga sangat tidak terima bila putra saya dan keenam para mujahid ini dikatakan membawa senjata padahal kami tahu persis siapa dan kami tahu dia aktif dimana,” kata Suhada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, seperti dikutip tribunnews.com Selasa (8/12/2020).
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
Menurut Suhada, ia sangat mengenal sosok putranya yang sangat tidak suka dengan kekerasan itu, dan sangat yakin anaknya tidak pernah memiliki atau membawa senjata.
“Artinya mereka tidak akan pernah membawa senjata dan ketika ada kami nonton di TV ada senjata itu dari mana. Seandainya mereka memahami Syariat Islam kami siap bermuhabalah,” ungkapnya.
“Kalian datangkan keluarga kalian, saya datangkan keluarga saya kita bermubahalah benar kah anak saya membawa senjata atau tidak, nanti siapa yang dilaknat oleh Allah SWT. Jadi itu salah satu kami berusaha meyakinkan putra putra kami tidak membawa senjata,” sambungnya.
Tak hanya itu, dia juga menolak jika putranya dianggap dan dituduh menyerang kepolisian RI saat sedang mengawal Habib Rizieq Shihab saat menuju acara pengajian subuh keluarga intinya HRS itu.
Lebih lanjut Suhada menyampaikan, pernyataan dari Polri itu dinilai sangat janggal.
“Seandainya putra kami benar menyerang dari mana dia tahu itu polisi. Terus ketika dia sedang mengawal ulama mengapa dia menyerang orang lain? Kan dia ngawal ulama, ada apa ini? itu yang anggota keluarga pikirkan ada apa ini?” jelasnya.
Dia juga mengaku janggal aparat kepolisian RI tiba-tiba berpapasan hingga terlibat cekcok dengan kendaraan putranya tersebut.