• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Mirip, Perhatikan Pola Penulisan Surat Wasiat Pelaku Teror di Makassar Dan Jakarta


Mirip, Perhatikan Pola Penulisan Surat Wasiat Pelaku Teror di Makassar Dan Jakarta

LOMBOK GROUP NEWS | Zakiah Aini, pelaku penyerangan di Mabes Polri, meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Isi pesan dalam surat yang disampaikan Zakiah Aini memiliki pola yang mirip dengan surat wasiat milik Lukman (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Surat milik Lukman beredar di medsos usai ia dan istrinya melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Surat wasiat yang beredar itu dibenarkan polisi sebagai milik pelaku.

“Iya (surat wasiat beredar di media sosial benar milik Lukman),” singkat Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (30/3/2021).

Menurut Zulpan, surat wasiat tersebut diamankan polisi saat penggerebekan di rumah kontrakan Lukman dan rumah ibu Lukman di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3).

Baca Juga:  Meninggalnya Aisyah, Gadis Kecil Yang Dibunuh Karena Nakal

Dalam surat wasiat yang beredar, Lukman secara khusus meminta maaf kepada ibunya. Dia mengatakan telah memilih menjadi bomber.

Selain itu, Lukman berpesan kepada sang ibu untuk menghindari riba, tidak meminjam uang di bank. Selanjutnya Lukman mengaku menitipkan sejumlah uang buat sang ibu.

Lukman juga berpesan kepada sejumlah saudara kandungnya agar memaafkan kesalahan Lukman. Dia juga meminta ke saudara kandungnya untuk menjaga sang ibu dan jangan malas salat.

Surat wasiat Lukman ini memiliki pola yang mirip dengan surat yang ditinggalkan penyerang Mabes Polri, Zakia Aini.

Baca Juga:  Hujat Kematian Kru KRI Nanggala, Prajurit TNI Geruduk Polsek Kalasan

Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini meminta maaf telah mengambil keputusan yang menurutnya adalah ‘jalan rasul’.

Selain itu, Zakiah juga meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.

“Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut,” katanya.

Zakiah Aini juga meminta keluarganya untuk tidak ikut dalam pemilu. Zakiah juga meminta kakaknya menjaga ibunya dan mengingatkan jangan meninggalkan salat lima waktu.

Selain ada kemiripan pada pola, surat Lukman dan Zakiah Aini juga memiliki kemiripan pada penekanan gaya penulisan.

Baca Juga:  Kisah Keluarga di Surabaya Rela Gadai KTP dan KK Demi Bisa Makan

“gaya tulisan dan penekanan cara menulisnya sama identik, cuma beda huruf besar dan huruf kecil aja…isinya pun mirip satu orang yg merangkai kata…ketauan dech” ungkap salah satu netizen dengan akun @ratungris

“Terlalu memaksa untuk bikin barang bukti, namun kira-kira ada gak Surat Wasiat isi nya minta naik gaji dan pangkat… (cuma tanya)” kata akun @aridewo_bandung

“mirip banget gaya tulisannya, susunan kalimatnya pun mirip juga, konsepnya sama, ini yg nulis satu orang atau memang beda orang tapi sepemikiran?” tanya akun @Heru_Catur