‘Sekolah Dihapus’ Trending di Twitter, Tertawaan Atau Tamparan?

LOMBOK GROUP NEWS | Netizen atau warganet twitter ramai-ramai memperbincangkan terkait soal ‘Sekolah Dihapus‘, hal tersebut menjadikannya masuk sebagai topik trending Indonesia hari ini, Rabu (21/04/2021).
Topik tersebeut diketahui muncul berawal dari sebuah video Tiktok yang kontennya berisi wawancara tehadap anak-anak seusia Sekolah Dasar.
Dalam video yang beredar, ada beragam pertanyaan yang dilemparkan pemilik konten terhadap anak-anak tersebut, mulai dari pertanyaan siapa Presiden Indonesia, nama-nama pahlawan Indonesia, sosok ir. Soekarno, hingga pertanyaan soal kepanjangan SD.
Beberapa diantara mereka ada yang menjawab dengan “mbulet” alias tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pembuat konten. Ada pula yang menjawab kepanjangan ‘SD’ dengan jawaban tampak ngawur diantaranya “Sekolah Dihapus” dan “Sekolah Duduk”. Bahkan di konten yang lain, seorang anak juga menjawab ‘SD’ adalah singkatan dari “Sudah Dewasa”
Audian laili, salah seorang netizen menanggapi konten tersebut antara prihatin dan miris terhadap situai pendidikan Indonesia saat ini.
“Saya susah untuk menertawakan konten tersebut. Entah itu settingan atau bukan, ia bukanlah konten hiburan. Anak-anak yang tampak polos dalam menjawab itu bukannya bikin tertawa, mereka justru dengan jelas menampar dan memperlihatkan bagaimana kondisi pendidikan kita. Saya nggak tahu ini sejak kapan, tapi mungkin pandemi turut berpartisipasi”. ungkap Laili seperti dikutip dari plaform terminal mojok, Rabu (21/04/2021).
“Sejak pandemi dan siswa belajar di rumah, nggak semua orang tua mampu untuk menjadi fasilitator anaknya untuk belajar. Ibu saya sendiri, kadang sampai nggak ngerti lagi harus gimana mengkondisikan adik supaya bisa mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. Belum lagi, ibu juga harus menjelaskan ulang materi yang disampaikan oleh guru. Sungguh itu PR banget. Iya, menyuruh adik bisa fokus mengerjakan saja nggak gampang, apalagi ketika ditambah “tanggung jawab” untuk mentransfer materi dari guru ke anaknya.” lanjut Laili.
“Ah, saya kok jadi malah kepikiran, jangan-jangan istilah “sekolah dihapus” sebetulnya adalah sarkas belaka. Bahwa itu yang mereka inginkan biar lebih bebas bermain game. Atau malah menyindir sistem sekolah sekarang yang bikin mereka double tertekan. Ya, karena nggak bisa main dengan teman, bosan di rumah, dan capek dengan omelan orang tua” tutup Laili dalam tulisannya.