Utang Garuda Indonesia Menggunung, Dua Armada Disita Pemilik Pesawat?

LOMBOK GROUP NEWS | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah mengembalikan dua armada B737-800 NG kepada perusahaan penyewa atau salah satu lessor pesawat. Hal itu tak lepas dari persoalan krisis keuangan yang dialami maskapai pelat merah itu.
Diketahui maskapai nasional tersebut memiliki utang segunung atau telah mencapai hingga Rp70 triliun.
“Ini merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Senin (7/6).
Pengembalian itu pun membuat kode panggilan atau call sign pada pesawat tersebut berubah dari dari PK untuk Indonesia menjadi VQ untuk Bermuda.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, percepatan pengembalian pesawat dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat.
Salah satu syaratnya adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pada pesawat terkait.
“Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat,” ujar Irfan dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/6/2021).
Ia menjelaskan, pengembalian armada yang belum jatuh tempo merupakan langkah penting yang perlu dilakukan Garuda Indonesia di tengah tekanan kinerja akibat pandemi Covid-19.
Lebih lanjut Irfan menyampaikan, kini fokus utama pihaknya adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru.
“Saat ini, kami juga terus menjalin komunikasi bersama lessor pesawat lainnya, tentunya dengan mengedepankan aspek legalitas dan compliance yang berlaku,” kata dia.
Sementara, Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo dalam akun Facebook-nya, menyimpulkan Kode panggilan (callsign) di pesawat Garuda diketahui berubah dari PK atau Indonesia menjadi VQ atau Bermuda lantaran Garuda Indonesia menunggak leasing.
“Mengapa call sign PK (Indonesia) di pesawat Garuda Indonesia di hanggar itu hilang dan berganti dengan call sign VQ (Bermuda). Apa artinya? Artinya Pesawat yang disewa GA tersebut sudah dikembalikan atau diambil oleh lessornya karena Garuda menunggak leasingnya,” sebut Agus.
Saat dikonfirmasi, Agus menerangkan foto pesawat Garuda yang diunggah di laman media sosialnya itu yang berubah kode, berada di hanggar bandara Malaysia.
“Itu di hanggar di Malaysia. Mungkin setelah disita oleh lessor karena enggak bayar. Kini dari 142 yang bisa diterbangkan tinggal 41 (armada Garuda). Makanya susah untuk cari tiket,” klaimnya.
Agus juga mengatakan, dalam informasi situs penerbangan Flightradar 24, pesawat Garuda juga dikatakan nyaris tidak terlihat karena sudah jarang terbang.
Sebelumnya diberitakan, Garuda Indonesia akan merestrukturisasi bisnis dengan memangkas setengah jumlah armada pesawat yang dioperasikan. Sebab, maskapai nasional itu berusaha untuk bertahan dari krisis utang akibat pandemi covid-19.
“Kami memiliki 142 pesawat dan perhitungan awal kami agar pemulihan ini telah berjalan. Kami akan beroperasi dengan jumlah pesawat tak lebih dari 70 unit,” jelas Irfan Setiaputra dalam rekaman pidatonya pada 19 Mei lalu dilansir Bloomberg, Senin (24/5). (OL-4)