• Lombok, Nusa Tenggara Barat

24 Tahun Menanti, Gaji Guru Honorer Yang Sempat Bakar Sekolah itu Akhirnya Cair


24 Tahun Menanti, Gaji Guru Honorer Yang Sempat Bakar Sekolah itu Akhirnya Cair

LOMBOK GROUP, NEWS – Mantan Guru Honorer Munir Alamsyah (53) yang membakar SMP Negeri 1 Cikelet di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini dapat tersenyum.

Pasalnya, honornya mengajar selama dua tahun di sekolah tersebut akhirnya dibayarkan. Adapun gaji Munir dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pendidikan Garut Ade Manadin mengungkapkan, pihaknya akan bertanggung jawab atas kasus yang menimpa Munir serta membayar honor yang menjadi haknya selama ini. 

“Kami Disdik Garut bersama Kabid SMP, dan SMPN 1 Cikelet, sekarang akan mengganti honor yang Rp 6 juta yang belum dibayarkan, mudah-mudahan ini menjadi sebuah obat luka yang ada di hati Pak Munir,” kata Ade seperti dikutip dari Tribun Jabar, Minggu (30/1/2022). 

Baca Juga:  DITANGKAP! Ini Postingan Pelaku Penghina Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko

Ade menjelaskan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral dan sosial kepada Munir yang dikenal seorang guru yang cerdas.

“Tapi, bisa saya pastikan Pak Munir ini adalah guru honorer, dia itu guru cerdas, fisika. Sangat bagus luar biasa sehingga dipastikan dia itu seorang guru di sana,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Munir Alamsyah ditangkap polisi usai peristiwa kebakaran di SMPN 1 Cikelet pada Minggu (16/1/2022). Munir teridentifikasi sebagai pelaku pembakaran sekolah lantaran adanya bukti video dari CCTV dekat lokasi kebakaran.

Munir membakar sekolah tersebut karena ia kesal honornya dari 1996-1998 tak kunjung dibayar. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Garut, AKP Dede Sopandi, Munir membakar sekolah tersebut dengan alasan sakit hati.

Baca Juga:  Kasus Pemprov DKI Beli Tanah Sendiri Kembali Disidangkan PN Jaksel

Sebelum melakukan aksi pembakaran, Munir masih mencoba untuk menagih gaji honorer nya kepada pihak sekolah dengan alasan untuk digunakan sebagai biaya menikah, namun permintaannya tidak direspon sekolah dan tidak memberikan kepastian.

Menurut Dede, pihak sekolah tidak memberikan upah sebesar Rp 6 juta. Munir murka dan membakar SMPN 1 Cikelet pada Jumat (14/1/2022) pukul 11.00 WIB.

Mantan guru honorer tersebut memulai aksinya dengan membakar beberapa pintu sekolah menggunakan bensin yang disulut kertas berapi.

Kebakaran tersebut diketahui warga tidak lama setelah dimulai dan langsung dipadamkan sehingga api tidak menjalar ke seluruh sekolah. Untuk melakukan aksinya, MA telah mempersiapkan bahan bakar minyak serta beberapa bahan mudah terbakar lainnya.

Baca Juga:  Janggal? Berikut Isi Wasiat Pelaku Penyerang Mabes Polri Kepada Keluarganya

Dua dari enam pintu SMPN 1 Cikelet yang terbuat dari kayu habis terbakar dan merambat ke bagian perpustakaan serta laboratorium yang menyebabkan sejumlah komputer serta arsip hangus terbakar.