Demi Menunjukkan Kemampuannya, Jendral Dudung Rela Gunakan Iklan Berbayar? Tere Liye Geram

Mataram – Selain video klip lagu ‘Ayo Ngopi”, Berita Dudung Abdurachman unjuk gigi terbangkan helicopter Apache juga sempat viral di media sosial twitter beberapa hari lalu.
Salah satu media online yang menerbitkan kabar tersebut adalah biz.kompas.com. Dari penelusuran, artikel tersebut diketahui berkategorikan ADVERTORIAL yang artinya artikel tersebut berbayar atau diiklankan.
“Saya benar-benar takjub melihat berita ini. Muncul di Kompas, dengan tanda ‘advertorial’. Itu artinya apa? Berita ini bayar!” ungkap Tere Liye dalam tulisannya di akun facebook miliknya (13/1).
Lebih lanjut Tere Liye kemudian mempertanyakan sumber dana yang digunakan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) atau KASAD untuk membayar iklan tersebut.
“Sungguh, siapa yang bayar iklan ini? Apakah menggunakan anggaran negara? Atau duit pribadi? Atau ada sponsor? Atau Kompas salah pasang tanda? Tolong diklarifikasi. Seriusan loh ini, saat utang meroket, pandemi masih dimana-mana, ada yang segitunya perlu membayar memasang berita di Kompas, berisi bahwa Jenderal sangat hebat?” Tanya Penulis pemilik nama Darwis tersebut.
Tere Liye melanjutkan tulisannya dan memberikan saran soal penggunaan dana atau anggaran tersebut agar lebih bermanfaat, salah satunya bisa digunakan untuk membantu prajurit-prajurit yang tengah bertugas di Papua agar lebih bersemangat dalam berjuang.
“Duh Gusti, duitnya lebih baik buat prajurit-prajurit yang sedang tugas di Papua. Biar prajurit2 ini lebih semangat berjuang. Bukan malah buat bayar berita, mengumumkan betapa hebatnya Jenderal. Nah, kalau memang ada anggaran buat iklan, mbok ya berita yang ditulis tentang prajurit saja, program-program TNI, dll, dan sebagainya. Bukan promosi Jenderal. Ayolah. Think!” Paparnya.
“Saya tidak tahu sejak kapan pola pikir begini. Poster, baliho, spanduk, pencitraan dimana-mana. Bungkus sembako, kantong bansos, pencitraan dimana-mana. Belum lagi bayar berita, dll. Karena duhai, kamu mau bayar survey, bayar berita, ini itu, jika kamu memang tdk bagus, kamu tetap tidak akan bagus. Bahkan saat pakai uang sendiri pun, itu tdak elok” Lanjutnya.
Sebagai informasi, situs biz.kompas.com memberitakan Dudung Abdurachman terkait soal kelihaiannya menerbangkan Helikopter serang AH-64E Apache.
Hal tersebut seolah untuk menjawab keraguan publik usai Jenderal Dudung tampil dalam klip video lagi “Ayo Ngopi”.
Sebelum menerbangkan helikopter serang legendaris itu, Jenderal Dudung menerima briefing singkat dan take-off dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menuju kawasan Simpang Lima.
Selanjutnya, helikopter kembali diterbangkan ke Bandara Ahmad Yani setelah terbang selama lebih kurang 30 menit.
Pada kesempatan tersebut, Jenderal Dudung turut mengapresiasi prajurit Wira Amur atas profesionalisme, pengabdian, serta dedikasi yang tinggi dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD.
Apresiasi diberikan di hadapan prajurit Wira Amur dan Persatuan Istri Tentara (Persit) Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).
Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) atau Pangdam Jaya/Jayakarta itu juga menegaskan bahwa alat utama sistem pertahanan (alutsista) Penerbad akan menjadi salah satu prioritas utama TNI AD untuk dapat mencegah dan menghadapi berbagai ancaman.
Selain menyinggung alutsista, Dudung juga menekankan pola pembinaan karier dari personel Penerbad. Ke depan, jenjang karier personel Penerbad akan diprioritaskan.
“Mereka yang berada pada pangkat sersan satu (sertu) dan sudah dua tahun mengabdi akan disekolahkan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa). Dengan demikian, seorang penerbang juga bisa menjadi perwira,” ujar Dudung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (12/1/2022).