• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Konsep Transportasi IKN Sama Dengan Gagasan Gubernur DKI, Anies Baswedan


Konsep Transportasi IKN Sama Dengan Gagasan Gubernur DKI, Anies Baswedan

LOMBOK GROUP, NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Ibu Kota Nusantara nantinya bakal tetap hijau. Jokowi menyinggung para pemakai mobil BBM fosil agar tidak usah pindah ke Nusantara.

“Kita akan memberikan prioritas kepada yang pertama adalah pejalan kaki. Orientasinya ke sana. Yang kedua, yang naik sepeda. Yang ketiga, yang transportasi umum,” kata Jokowi dalam peresmian NasDem Tower, Selasa (22/2/2022).

Jokowi mengajak ketiga kategori masyarakat tersebut pindah ke Ibu Kota Nusantara. Khusus pemobil BBM fosil, Jokowi menyebut sebaiknya tidak usah pindah.

“Jadi yang pertama itu yang seneng pejalan kaki, itu silakan pindah ke ibu kota baru. Yang seneng bersepeda juga, yang ingin sehat juga pindahlah ke ibu kota baru,” ujar Jokowi.

“Kalau yang seneng naik mobil, apalagi mobilnya pakai BBM fosil, jangan pindah ke ibu kota baru,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan Ibu Kota Nusantara berkonsep smart forest city. Jokowi juga menegaskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur bukan untuk merusak hutan.

Baca Juga:  Curhat Tukang Papan Bunga: Pesan 20 Dibayar Cuma 7, Pemesan Hilang

“Dan konsep besarnya adalah smart forest city. Banyak hijaunya dan banyak hutannya,” kata Jokowi.

Menanggapi konsep IKN tersebut, warganet menyebut pada tahun 2018 silam Gubernur DKI, Anies Baswedan sudah menerangkan gagasan tersebut dan menerapkannya di Daerah Khusus Ibukota, Jakarta.

“Dulu tahun 2018 Pak Anies terapkan gagasan prioritas pembangunan di Jakarta yang pertama untuk pejalan kaki, ke-2 transportasi publik, ke-3 kendaraan ramah lingkungan, terakhir kendaraan pribadi. Dan ini dulu dibully oleh Pemuja Jokowi-Ahok” ungkap akun warganet @randhilicious

Sebelumnya diketahu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pihaknya punya visi mengubah Jakarta jadi pemimpin dunia dalam transportasi publik.

“Pertama dalam transformasi transportasi membutuhkan visi yang jelas, di mana kami memiliki visi mengubah Jakarta dari kota yang didominasi lalu lintas padat dan berpolusi menjadi pemimpin dunia dalam transportasi publik dan berkelanjutan. Di mana penduduk dan pengunjung merasa bahwa menggunakan transportasi umum aman, nyaman dan berkelanjutan,” kata Anies dalam diskusi Transforming Transportation Conference: Climate-Centered Mobility for A Sustainable Recovery di Jakarta, Kamis, 17 Februari 2022.

Baca Juga:  Lagu SLANK: Mau Punya Jabatan Pakai Topeng Ini Topeng Itu, Jilat Sini Jilat Situ, Bual Ini Bual Itu

Pemprov DKI Jakarta juga melakukan serangkaian perubahan paradigma pembangunan dalam sektor transportasi. Anies mengatakan akan memprioritaskan fasilitas pejalan kaki berada di urutan pertama, kendaraan bebas emisi nomor dua, transportasi umum nomor tiga, dan yang keempat kendaraan pribadi.

“Jadi urutannya diubah. Bila ini kita lakukan maka fasilitas yang disiapkan harus sesuai, itulah sebabnya kenapa kita di Jakarta membangun trotoar yang amat banyak, karena semua orang suka jalan kaki,” ujar mantan Mendikbud tersebut di akun Youtubenya.

“Problem utamanya adalah kendaraan umum itu berjalan sendiri-sendiri, tidak bekerja sebagai satu kesatuan. Kalau dia tidak terintegrasi maka bagi warga tidak memberikan insentif untuk pakai kendaraan umum,” jelasnya.

Perubahan paradigma ini berdampak pada prioritas pembangunan fasilitas penunjang transportasi dan peningkatan pelayanan, khususnya transportasi umum.

“Jakarta juga menginisiasi mobilitas berkelanjutan melalui sistem transportasi terpadu dengan menggeser paradigma dari Car-Oriented Development ke Transit-Oriented Development (TOD). Ini juga menciptakan kota yang lebih terintegrasi dengan angkutan umum massal,” ujarnya.

Baca Juga:  Minta Stop Impor Beras Dan Garam: Koq, Susi Pudjiastuti Memohon ke Megawati?

Anies mengatakan, Jakarta juga telah menggandakan cakupan angkutan umum dari 42 persen pada 2017 menjadi 82 persen. Dengan demikian, kata dia, Jakarta telah berada di jalur yang tepat untuk menyediakan angkutan umum dalam jarak 500 meter dari 95 persen rumah penduduk pada 2022.

Selain itu Jakarta juga menargetkan 14.000 bus listrik beroperasi bersama dengan pangsa moda transportasi umum sebesar 60 persen pada tahun 2030.

“Kami percaya bahwa cara terbaik untuk memahami sebuah kota adalah dengan menggunakan sistem transportasi umum dan memastikan setiap orang yang tinggal di daerah perkotaan memiliki akses ke transportasi umum yang aman, intens, terjangkau, dan bebas karbon. Selain menghubungkan tempat, transportasi umum juga menghubungkan orang. Transportasi umum lah yang menyatukan kita,” ucapnya