• Lombok, Nusa Tenggara Barat

VIDEO: Netijen Rame-rame Parodikan Salam Pancasila




Perlunya Salam Pancasila di tempat umum sebagai titik temu di antara salam masing-masing agama di Indonesia.

“Kalau kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan Salam Pancasila. Saya sependapat,” kata Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam wawancara di detik.com beberapa waktu lalu.

Menurut Yudian, sebelum reformasi sangat nyaman dengan salam nasional. “Sejak reformasi diganti Assalamu’alaikum di mana-mana tidak peduli, ada orang Kristen, Hindu hajar saja dengan Assalamu’alaikum,” ungkapnya.

Baca Juga:  Teror Horor Fatwa Kotor Seorang Rektor

Kata Yudian, salam itu maksudnya mohon ijin terhadap seseorang sekaligus mendoakan selamat. Kalau bahasa arabnya Assalamu’alaikum warahmatulloh wabarakatuh. “Ada hadits kalau anda jalan, ada orang duduk, maka Anda harus mengucapkan salam. Itu maksudnya adaptasi sosial. Itu jaman agraris.

Lebih lanjut Yudian mengatakan “Sekarang jaman industri digital lagi. Misalnya mau menyalip pakai mobil salamnya gimana? Pakai lampu atau klakson,” paparnya.

Selain itu Kata Yudian, salam di tempat umum harus menggunakan salam yang sudah disepakati secara nasional.

“Dengan kesepakatan nasional misalnya salam Pancasila daripada ulama ribut kalau pakai shalom bisa jadi kristen. Padahal mendoakan orang itu boleh-boleh saja. Sebenarnya kita ngomong shalom kepada orang kristen tidak ada masalah dengan teologis,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sudah 693 Pegawai KPK Nyatakan Solidaritasnya Untuk 75 Pegawai KPK Yang Tak Lolos TWK

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan oleh suaranasional.com dengan judul “Ketua BPIP Usulkan Ganti Assalamualaikum Dengan Salam Pancasila?”

Video netizen rame-rame parodikan Salam Pancasila: