• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Ini Yang Mengarahkan Kemenag Soal Program Penceramah Bersertifikat




Politisi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menganggap klarifikasi Kementerian Agama (Kemenag) soal sertifikasi dai malah menambah kontroversi.

Mantan Ketua MPR itu menyarankan agar rencana sertifikasi penceramah sebaiknya dibatalkan saja.

“Ini klarifikasi yg akan nambah kontroversi. Apalagi katanya “tak ada konsekwensi apapun”. Maka untuk apa ngotot membuat program yg resahkan Umat, ditolak banyak pihak seperti SekUm MUI?Apalagi program&anggarannya belum pernah di acc olh DPR. Dibatalkn lebih baik!,” kata HNW di akun Twitternya, Senin (7/9).

Smentara Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengungkapkan, program penceramah bersertifikat merupakan arahan Wapres KH Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga:  Download Formasi CPNS 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

Tahun ini, kata dia, target peserta program ini adalah 8.200 penceramah. Terdiri 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Dia menegaskan, program ini bukan sertifikasi penceramah tetapi penceramah bersertifikat.

“Jadi tidak berkonsekuensi apa pun,” ucap Kamaruddin, Minggu (6/9).Kemenag, kata Kamaruddin, melibatkan Lemhanas untuk memberikan penguatan pada aspek ketahanan ideologi. Sementara keterlibatan BNPT untuk berbagi informasi tentang fenomena yang sedang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kehadiran BPIP untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila, hubungan agama dan negara. Sementara MUI dan ormas keagamaan adalah lembaga otoritatif dalam penguatan di bidang Agama,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masjid Di Banyumas Dirusak Orang Misterius, Al-Qur'an Diacak-acak

Dia menegaskan, program ini akan digelar untuk semua agama.