• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Ini Yang Mengarahkan Kemenag Soal Program Penceramah Bersertifikat


Ini Yang Mengarahkan Kemenag Soal Program Penceramah Bersertifikat

Politisi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menganggap klarifikasi Kementerian Agama (Kemenag) soal sertifikasi dai malah menambah kontroversi.

Mantan Ketua MPR itu menyarankan agar rencana sertifikasi penceramah sebaiknya dibatalkan saja.

“Ini klarifikasi yg akan nambah kontroversi. Apalagi katanya “tak ada konsekwensi apapun”. Maka untuk apa ngotot membuat program yg resahkan Umat, ditolak banyak pihak seperti SekUm MUI?Apalagi program&anggarannya belum pernah di acc olh DPR. Dibatalkn lebih baik!,” kata HNW di akun Twitternya, Senin (7/9).

Smentara Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengungkapkan, program penceramah bersertifikat merupakan arahan Wapres KH Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga:  Gubernur DKI Santuni Keluarga Petugas PPSU Meninggal Senilai 454 Juta

Tahun ini, kata dia, target peserta program ini adalah 8.200 penceramah. Terdiri 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Dia menegaskan, program ini bukan sertifikasi penceramah tetapi penceramah bersertifikat.

“Jadi tidak berkonsekuensi apa pun,” ucap Kamaruddin, Minggu (6/9).Kemenag, kata Kamaruddin, melibatkan Lemhanas untuk memberikan penguatan pada aspek ketahanan ideologi. Sementara keterlibatan BNPT untuk berbagi informasi tentang fenomena yang sedang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kehadiran BPIP untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila, hubungan agama dan negara. Sementara MUI dan ormas keagamaan adalah lembaga otoritatif dalam penguatan di bidang Agama,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tenaga Ahli KSP, Ali Ngabalin Minta Polri Tangkap Refly Harun dan Ustadz Waloni

Dia menegaskan, program ini akan digelar untuk semua agama.