Detikcom Angkat Bicara Soal Tuduhan Editornya Di Atas Panser Yang Berbaju Kotak-kotak Mirip AHOKER

Sebelumnya, video sosok perempuan berbaju kota-kotak menumpangi kendaraan PANSER milik TNI viral dijagat maya.
Dalam video diketahui, peristiwa itu terjadi saat tim Koopssus TNI melakukan konvoi dan penurunan Baliho HRS di depan Markas milik Front Pembela Islam (FPI).
Dugaan-dugaan netizen soal sosok perempuan tersebut pun bertebaran di media sosial, mulai dari tuduhan soal perempuan itu adalah seorang Ahoker hingga merembet ke Odilia Winneke salah satu tim editor milik Media Nasional detikcom.
Menanggapi isu tersebut, Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Gintings mengecam keras segala bentuk intimidasi di media sosial yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Odilia sehari-hari merupakan editor di kanal detikFood. Di mana konten yang diulasnya sehari-hari terkait dengan resep-resep dan wisata kuliner. Jadi tuduhan yang menyebut yang bersangkutan (Odilia, red) sampai naik panser untuk membela salah satu kubu politik itu merupakan tuduhan yang tidak masuk akal,” tegasnya seperti dikutip dari laman berita klarifikasi milik Detikcom.
Selain itu, menurut Detikcom kesalahan lain yang diedarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab tersebut adalah detikcom disebut sebagai bagian dari Grup Gramedia. karena yang sebenarnya adalah detikcom merupakan bagian dari Transmedia.
Di akhir klarifikasinya, Detikcom menulis karyawannya hanya melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai kaidah yang berlaku, yakni UU Pers, kode etik jurnalistik, dan pedoman media siber atas dasar kebenaran dan keadilan.
“Kami tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis dan kegiatan-kegiatan turunannya. Tindakan doxing yang dialami Odilia adalah upaya-upaya mengganggu kerja jurnalistik detikcom,” pungkas Alfito seperti dikutip dari laman Detikcom.