Di Tengah Pandemi Covid-19, Bima Arya Dangdutan Tanpa Masker

Di tengah perseteruan Habib Rizieq (HRS) dengan Walikota Bogor Bima Arya tentang hasil tes swab HRS di RS Ummi, muncul lagi video Bima Arya dangdutan tak pakai masker.
Video itu diunggah beberapa orang di linimasa Twitter, Sabtu (28/11) di tengah hangatnya hubungan HRS dengan Bima Arya.
Berita Terbaru Lainnya:
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
Salah satu akun yang mengunggah itu antara lain @cybSqu, dan menautkan atau mengikutsertakan akun Bima Arya dalam postingan itu.
Seperti diketahui, video Walikota Bogor Bima Arya kepergok lagi dangdutan di tengah pandemi virus corona viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Parahnya, Bima Arya dangdutan di tengah keramaian tapi tak pakai masker.
Video yang beredar itu menyebar luas di sejumlah grup WhatsApp, Senin (5/10/2020) lalu.
Video berdurasi 14 detik itu diketahui berlokasi di sebuah cafe dan restoran Green Garden, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Terlihat Bima Arya berjoget sambil bernyanyi lagu dangdut ‘Darah Muda’ yang memang lagu kesukaannya.
Di lokasi itu, Bima Arya dan sejumlah pengunjung tidak menggunakan masker sama sekali. Ada yang memakai masker, tapi dipakai di dagu.
Ketika dikonfirmasi, Bima Arya mengatakan saat itu dirinya sedang menghadiri acara dengan kerabatnya.
“Saya sedang makan siang dengan kerabat. Ada live musiknya dan saya diminta nyanyi,” katanya.
Bima Arya juga mengklaim bahwa acara itu tidak melanggar protokol kesehatan Covid-19. Karena Orang-orang yang berada di video itu semuanya menggunakan masker.
“Tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Semua pakai masker kecuali yang sedang makan. Jarak juga dijaga,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bogor juga memberikan ruang untuk pemusik di siang hari.
“Pemkot berikan ruang untuk pemusik di siang hari, karena malam hari kan tidak boleh. Ada pembatasan aktivitas,” tukasnya saat Oktober lalu. [/Glra]