• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Jansen Sitindaon: Tidak Mampu Kelola Negara, Jangan Kambing Hitamkan BALIHO Dan MEDSOS


Jansen Sitindaon: Tidak Mampu Kelola Negara, Jangan Kambing Hitamkan BALIHO Dan MEDSOS

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyamakan tagar, trending topik sebagai tema propaganda. Demikian ia katakan saat membahas sejumlah isu yang sedang hangat di dalam negeri. Terutama terkait penggunaan media sosial yang kini dijadikan sebagai alat komunikasi politik.

“Media sosial menjadi alat yang mudah dan berjangkauan luas untuk melakukan berbagai gerakan sosial politik di berbagai negara,” kata Panglima saat menjadi keynote speaker di webinar yang mengusung tema ‘Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya’, Sabtu (21/11).

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR: Rakyat Menghendaki Tiga Periode, Jokowi Tak Bisa Menolak!

Ia menegaskan mau tidak mau, suka tidak suka harus diakui media sosial telah dimanfaatkan sebagai media propaganda atau media perang urat syaraf.

“Dengan penggunaan dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi. Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Panglima TNI itu, Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam program Kabar Petang TV One yang bertajuk ‘MEDSOS JADI ALAT PROPAGANDA’ menyebut,  peringatan TNI soal bahaya propaganda tagar dan medsos itu hanya sebagai kambing hitam atas ketidakmampuan penguasa dalam mengelola Negara.

Baca Juga:  Ditinggal Kandidatnya, PDIP Memilih Mundur Dari Prosesi PILGUB Sumbar

“Jangan karena ketidakmampuan penguasa mengelola Negara, segala macam kemudian dikambing hitamkan. baliho dikambing hitamkan, medsos dikambing hitamkan begitu” Jelas Jansen.