Siaran Pers MER-C Terkait HRS Dan Bima Arya Walikota Bogor

MER-C sudah berpengalaman dalam memberikan bantuan medis dan kesehatan terhadap siapa saja yang mengalami kondisi kemanusiaan kritis.
Konsep kemanusiaan MER-C yang rahmatan lilaalamiin, independen, menjaga netralitas untuk menolong yang paling membutuhkan “The most vulnerable people and the most neglected people” akibat peperangan, ketidakadilan, stigmatisasi, isolasi potik yang menimbulkan masalah kesehatan dan medis.
Berita Terbaru Lainnya:
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
MER-C menolong siapa saja tanpa membedakan latar belakang masalahnya, sebut saja Panglima GAM, Alm. Ishak Daud, Ust. Abu Bakar Baasyir, para terduga terorisme dan sebagainya.
Masalah kesehatan di era pandemi Covid-19 sering menimbulkan polemik, akibat selalu dikaitkan dengan Covid-19. Sering terjadi perbedaaan persepsi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyikapi covid-19. Dstigmatisasi, kurangngya empati dan menghormati hak privasi pasien menimbulkan jurang yang cukup besar diantara masyarakat dan petugas pemerintah. Oleh karena itu, perlu kembali kepada profesionalitas dan etika dan hukum kedokteran dimana menjunjung tinggi hak-hak pasien.
Terkait dengan Habieb Riziek shihab yang mempercayakan kepada MER-C untuk melakukan pemeriksaan dan pengawalan kesehatan , MER-C mengirim beliau untuk beristirahat di Rumah Sakit namun mendapat perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak pasien dari Walikota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga mengganggu pasien yang sedang beristirahat.
Selain itu Walikota Bogor juga tidak beretika dalam mempublikasikan kondisi pasien kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpang siuran dankeresahan bagi masyarakat.
Walikota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun.
Jangankan dalam situasi normal, di daerah bencan dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien.
Seharusnya Walikota Bogor mempercayakan hal ini kepada Rumah Sakit dan tim medis yang menangani karena tim medis mengetahui langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk menangani pasien.
MER-C Sebagai tim medis independen yang diminta keluarga untuk turut menangani kesehatan HRS dengan ini menyatakan:
- Menyangkan sikap Walikota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada Rumah Sakit, tim medis dan pasien.
- Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan.
- Agar tidak semua pihak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani.
- Perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga, bahkan pihak Rumah Sakit atau dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seijin keluarga.
Dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C)