Gus Mus Sering Dicatut Buzzer Dan Pendukung Fanatik Jokowi Untuk Serang FPI, Ienas Tsuroiya Geram

Sebagai sosok kharismatik yang memiliki pengaruh besar, nama KH Ahmad Mustofa Bisri kerap dicatut sebagai legitimasi pernyataan seseorang.
Tak sedikit di antara oknum tersebut mencatut nama kyai yang akrab disapa Gus Mus tersebut sebagai bentuk atau upaya provokatif untuk kampanye melawan FPI.
Baru-baru ini, Ahad (13/12) Ienas Tsuroiya putri dari Gus Mus itu meluapkan kekesalannya terhadap para Buzzer dan pendukung Fanatik Jokowi lewat sebuah utas yang diunggah melalui akun twitternya @tsuroiya.
Menurut Ienas, setidaknya sudah tiga tahun ini keluarganya selalu dibikin repot oleh ulah akun-akun Buzzer yang kerap mencatut nama abahnya dalam beberapa tulisan yang tersebar baik melaui media sosial maupun lewat WhatsApp grup.
Dalam utasan yang diunggah, Ienas menyebut akun ‘KATAKITA’ merupakan salah satu contoh yang paling kerap menyebarkan tulisan-tulisan hoax yang mencatut nama abahnya.
“Saya sebut saja salah satu akun buzzer itu: Kata Kita. Di tahun 2018, akun ini memposting tulisan orang lain tapi namanya diganti nama Abah. Pasang foto beliau pula. Saya lgsg komplain saat itu juga. Sempat ngeles, tapi ketika banyak yg mendukung saya, postingan hilang” kata Ienas.
“Tapi belakangan ini, tulisan itu beredar lagi, masih dengan nama dan foto Abah. Diklarifikasi satu, muncul lagi dan lagi. Karena penasaran, saya google lah judul tulisan itu. Ternyata yg muncul adalah postingan KataKita! Ketika saya SS malam ini, sudah dibagikan lebih dr 2500x” Sambung Ienas yang merupakan istri dari Ulil Abshar Abdalla itu.
Salah satu tulisan yang berisikan “surat terbuka kepada keturunan Arab” juga mencatut nama Gus Mus, tulisan itu pun disebar luaskan oleh pendukung jokowi.
“Kasus lain: ada tulisan salah satu pendukung Pak Jokowi, namanya Iyyas Subiakto, surat terbuka kepada keturunan Arab. Diposting di facebook. Tapi kemudian ada OKNUM yang menambahkan nama Abah di atasnya. Langsung viral. Dan kami pun kerepotan membantahnya” kesal Ienas.
Tidak hanya itu, Tulisan berjudul, “Ketika Agama Kehilangan Tuhan” yang mencatut nama Gus Mus juga sempat beredar luas, bahkan salah satu media besar pernah memuat tulisan tersebut, namun lansung dihapus dan minta maaf setelah dibantah pihak keluarga.
Ienas berpesan, kepada para pendukung fanatik jokowi dan Buzzer agar berhenti melakukan pencatutan nama abahnya untuk kampanye melawan FPI, Ienas berharap agar Buzzer dan pendukung fanatik Jokowi bisa melawan FPIdengan cara yang baik-baik.