• Lombok, Nusa Tenggara Barat

SUARA MANUSIA DEMOKRASI: MATI | By: Iskandar Tanjung


SUARA MANUSIA DEMOKRASI: MATI | By: Iskandar Tanjung

Perjalanan Republik Boneka semenjak 6 tahun belakangan ini semakin gelap mendekati awal kegelapan gulita

Kebersamaan dalam kedamaian perbedaan prinsip politik yang selama ini terpelihara tanpa intimidasi kini berubah menjadi sangat mengerikan


Pemerintah Republik Boneka dengan menggunakan tangan-tangan para jenderal bersenjata menodongkan laras senjata siap tembak ke mulut mereka yang tidak mau segaris dengan pemerintah

Baca Juga:  Lewat Diplomat Jerman, Uni Eropa Ikuti Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI

Bahkan pernyataan bohong para jenderal bersenjata harus diterima sebagai dogma yang tidak boleh terbantahkan

Media diancam akan dipidanakan kalau tidak bersedia mengekspose kabar bohong dari para jenderal bersenjata tersebut

Kebebasan pers sudah diamputasi, pemilik media telah menjadi zombie memangsa suara manusia-manusia merdeka

Eksistensi Presiden Republik Boneka sudah tidak berarti lagi bagi suara manusia yang hidup di negara demokrasi

Di kedua tangan Presiden Republik Boneka menggenggam palu dan arit (mirip:logo partai terlarang di Republik Indonesia) berlumuran darah manusia-manusia merdeka

Istana Kepresidenan Republika Boneka sudah dikuasai oleh Partai Merah sebagai bunker berkumpulnya anak keturunan pengkhianat bangsa sejak puluhan tahun yang lalu

Baca Juga:  Jaya Suprana: Saya Nasrani, Dulu Takut kepada HRS, Ternyata Saya Keliru

Dendam anak keturunan pengkhinat bangsa yang tidak pernah mati, meneror, menfitnah, dan membunuh pengikut agama mayoritas di Republik Boneka, tanpa alasan yang jelas

Kekuasaan “perempuan janda tua” ketua umum Partai Merah sangat tidak terbatas: full otoriter!

Genggaman kekuasaan “perempuan janda tua” membuat Presiden Republik Boneka bagaikan lelaki mati syahwat

Kita pernah menyaksikan kekejaman sejarah genoside Hitler membantai orang-orang keturunan Yahudi di permukaan bumi

Kini kita pun bisa menyaksikan replika genoside yang diadopsi dan dikomandoi oleh “perempuan janda tua” bahkan untuk “melumpuhkan” beberapa baliho militer mereka menerjunkan pasukan tempur disertai panser dan meriam

Baca Juga:  Ketika Orang-orang Baik Diam | Oleh: Presiden Nusantara Foundation

Jangan paksa rakyat untuk meminuskan akal sehat mereka

Jangan paksa rakyat membinasakan rezim Republik Boneka dengan cara tidak terhormat

Semoga kebiadaban ini tidak terjadi di wilayah NKRI, bersama Bapak Presiden Jokowi yang hebat, yang telah membawa anak dan mantu beliau sebagai penguasa di dua kota Republik Indonesia

Selamat Bapak Jokowi, Anda memang hebat walau “hanya” sebagai kepala keluarga..!!

“Jangan paksa rakyat untuk meminuskan akal sehat mereka”

— Iskandar Tanjung