SUARA MANUSIA DEMOKRASI: MATI | By: Iskandar Tanjung

Perjalanan Republik Boneka semenjak 6 tahun belakangan ini semakin gelap mendekati awal kegelapan gulita
Kebersamaan dalam kedamaian perbedaan prinsip politik yang selama ini terpelihara tanpa intimidasi kini berubah menjadi sangat mengerikan
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
Pemerintah Republik Boneka dengan menggunakan tangan-tangan para jenderal bersenjata menodongkan laras senjata siap tembak ke mulut mereka yang tidak mau segaris dengan pemerintah
Bahkan pernyataan bohong para jenderal bersenjata harus diterima sebagai dogma yang tidak boleh terbantahkan
Media diancam akan dipidanakan kalau tidak bersedia mengekspose kabar bohong dari para jenderal bersenjata tersebut
Kebebasan pers sudah diamputasi, pemilik media telah menjadi zombie memangsa suara manusia-manusia merdeka
Eksistensi Presiden Republik Boneka sudah tidak berarti lagi bagi suara manusia yang hidup di negara demokrasi
Di kedua tangan Presiden Republik Boneka menggenggam palu dan arit (mirip:logo partai terlarang di Republik Indonesia) berlumuran darah manusia-manusia merdeka
Istana Kepresidenan Republika Boneka sudah dikuasai oleh Partai Merah sebagai bunker berkumpulnya anak keturunan pengkhianat bangsa sejak puluhan tahun yang lalu
Dendam anak keturunan pengkhinat bangsa yang tidak pernah mati, meneror, menfitnah, dan membunuh pengikut agama mayoritas di Republik Boneka, tanpa alasan yang jelas
Kekuasaan “perempuan janda tua” ketua umum Partai Merah sangat tidak terbatas: full otoriter!
Genggaman kekuasaan “perempuan janda tua” membuat Presiden Republik Boneka bagaikan lelaki mati syahwat
Kita pernah menyaksikan kekejaman sejarah genoside Hitler membantai orang-orang keturunan Yahudi di permukaan bumi
Kini kita pun bisa menyaksikan replika genoside yang diadopsi dan dikomandoi oleh “perempuan janda tua” bahkan untuk “melumpuhkan” beberapa baliho militer mereka menerjunkan pasukan tempur disertai panser dan meriam
Jangan paksa rakyat untuk meminuskan akal sehat mereka
Jangan paksa rakyat membinasakan rezim Republik Boneka dengan cara tidak terhormat
Semoga kebiadaban ini tidak terjadi di wilayah NKRI, bersama Bapak Presiden Jokowi yang hebat, yang telah membawa anak dan mantu beliau sebagai penguasa di dua kota Republik Indonesia
Selamat Bapak Jokowi, Anda memang hebat walau “hanya” sebagai kepala keluarga..!!

“Jangan paksa rakyat untuk meminuskan akal sehat mereka”
— Iskandar Tanjung