Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI, Jokowi: Aparat Jangan Mundur

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait tertembaknya 6 pengawal Habib Rizieq Syihab oleh polisi di Tol Cikampek pada Senin (7/12) dini hari.
Jokowi meminta kepada polisi untuk tidak gentar lantaran muncul suara yang menyangsikan tewasnya 6 laskar FPI saat mengawal pengajian subuh keluarga inti Habib Riziek Shihab.
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
“Dan aparat hukum tidak boleh mundur sedikit pun, tapi aparat penegak hukum juga wajib mengikuti aturan hukum dalam menjalankan tugasnya, melindungi hak asasi manusia dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur,” kata Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bahwa aparat penegak hukum dan masyarakat harus bertindak sesuai dengan aturan.
Kata Jokowi, masyarakat tidak boleh bertindak semena-mena dan melakukan perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan masyarakat dan membahayakan bangsa serta negara.
“Jadi sudah merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil. Ingat aparat hukum dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya, untuk itu tidak boleh ada warga yang semena-mena melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi membahayakan bangsa dan negara,” ucapnya.
Presiden juga menyinggung soal keterlibatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai tempat menyampaikan pengaduan masyarakat terkait peristiwa penembakan 6 anggota Laskar FPI yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Jika ada perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum, saya minta agar menggunakan mekanisme hukum. Ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan,” kata Jokowi dalam keterangannya di video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/12).