Warga Twitter Galang Dana Duka Atas Meninggalnya 6 Pengawal HRS, Terkumpul 237 Juta (Sementara)

Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Shabri Lubis membenarkan ada peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan keluarga.
“Benar ada peristiwa penghadangan, dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab dan keluarga, serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal Habib Rizieq. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur,” kata Shabri Lubis dalam keterangannya yang diterima Okezone, Senin (7/12/2020).
Kata Shabri Lubis, semalam Habib Rizieq dan keluarga termasuk cucu yang masih balita, akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi.
“Sekali lagi ini pengajian Subuh internal khusus keluarga inti. Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, rombongan dihadang oleh preman OTK, yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan Habib Rizieq,” sambungnya.
“Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga,” tuturnya.
“Hingga saat ini para penghadang berhasil melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi,” pungkasnya.
Mendengar kabar itu, netizen peduli ummat melakukan penggalangan dana duka di platform twitter.
Penggalangan itu diinisiasi lansung oleh akun @ghanieierfan, dalam cuitannya Irvan Gani hendak melayat ke rumah korban dan meminta netizen yang ingin berpartisipasi bisa menitipkannya lewat dirinya.
“Dalam waktu dekat gua mau ngelayat ke 6 keluarga korban.. jika netizen ingin berpartisipasi, insya Allah akan disalurkan silahkan transfer ke rekening BCA 5055001372 a.n IRVAN GANI karena cuma ini yg bisa kita lakukan sungguh tragedi kemanusiaan luar biasa” Tulis Irvan
Tak butuh lama, penggalangan dana duka itu pun kini sudah mampu mengumpulkan donasi sementara sejumlah Rp. 237.110.845.08, diprediksi sumbangan netizen itu akan terus bertambah.