• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Komnas HAM: Polisi Ambil Kamera CCTV di Tol Jakarta-Cikampek KM 50


Komnas HAM: Polisi Ambil Kamera CCTV di Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Photo: Capture/Youtube (TVOne)

LOMBOK GROUP NEWS | Komnas HAM menemukan adanya anggota kepolisian yang mengambil kamera CCTV di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 terkait bentrok antara polisi dan laskar Front Pembela Islam ( FPI). 

Ketua Tim Penyelidikan M Choirul Anam mengungkapkan, pihaknya memperoleh informasi soal pengambilan kamera CCTV dari salah satu warung di rest area KM 50 tersebut.

Komnas HAM pun menanyakan hal ini kepada pihak kepolisian. 

“Kami konfirmasi di terakhir-terakhir kami melakukan pemeriksaan terhadap pihak kepolisian dan itu diakui itu (kamera CCTV) diambil,” kata Anam dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga:  Ini Kata Pjs Kapendam Jaya Soal Sosok Berbaju Kotak Mirip Baju Khas Ahoker Di Atas Panser Itu

Kepada Komnas HAM, polisi mengaku mengambil kamera CCTV tersebut secara legal.

“Sehingga nanti kita tunggu kalau ini menjadi pembuktian di proses pengadilan,” ucap dia.

Dalam kasus ini, enam anggota laskar FPI tewas ditembak anggota Polda Metro Jaya setelah diduga menyerang polisi pada 7 Desember 2020 dini hari.

Di KM 50, Komnas HAM mengungkapkan bahwa dua anggota laskar FPI ditemukan meninggal setelah sebelumnya terjadi kontak tembak.

Sementara itu, di lokasi yang sama, empat anggota lainnya masih hidup dan dibawa oleh anggota kepolisian.

Baca Juga:  Dijemput Polisi, Penghina Ahok Ternyata Fans Veronica Tan Dan Dilepas

Anam menyebut, pihaknya juga menemukan informasi lain di lokasi tersebut.

“Di KM 50, terdapat pula informasi adanya kekerasan, pembersihan darah, pemberitahuan bahwa ini kasus narkoba dan terorisme, pengambilan CCTV di salah satu warung dan perintah penghapusan dan pemeriksaan HP masyarakat di sana,” ujar Anam.

Adapun dalam rekonstruksi pada Senin (14/12/2020) dini hari, polisi menggambarkan bahwa anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Polisi mengatakan, hasil rekonstruksi belum final. Tak menutup kemungkinan dilakukan rekonstruksi lanjutan apabila ada temuan baru.

Baca Juga:  Nyanyian Wahyu Setiawan Dalam Sidang Kode Etik, Ada Nama Arief Budiman Hingga Johan Budi

Ada perbedaan keterangan antara polisi dan pihak FPI atas kejadian tersebut.

Pihak FPI sebelumnya telah membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api. [Glra]