Direktur Jamaica Muslim Center New York Tanggapi GAR-ITB: Menyedihkan

LOMBOK GROUP NEWS | Imam Shamsi Ali, Ulama Islam dan Imam terkenal di New York City, Amerika Serikat yang kini menjabat sebagai Direktur/Imam Jamaica Muslim Center New York, komunitas Muslim terbesar di kota New York, dan juga Presiden Muslim Foundation of America, sebuah yayasan dakwah di Amerika Serikat itu ikut angkat bicara terkait soal GAR ITB yang tengah menghebohkan Indonesia saat ini.
Dalam unggahan di akun twitter pribadinya @ShamsiAli2 menyebut, hanya Universitas di Indonesia yang memiliki Gerakan Anti Radikalisme.
“Hanya alumni Universitas di Indonesia seperti ITB ada gerakan anti radikalisme, di Amerika saja tidak ada yang gitu-gituan” ungkap mantan Imam Islamic Center New York itu sperti dikutip dari akun twitternya, Senin (15/2).
Lebih lanjut, Dewan Penasehat IMSA (Indonesian Muslim Society di Amerika), juga Dewan Penasehat ICMI (Indonesian Muslim Society Intelektual di Amerika) yang terkenal luas di kalangan komunitas antar agama itu merasa sedih melihat kondisi dunia kampus yang phobia kekritisan.
“Di dunia kampus sikap kritis malah didorong, jika dunia akademia phobia kekritisan berarti terjadi pemerkosaan independensi intelektualitas, menyedihkan” tutupnya.
Sebagai informasi, Imam Shamsi Ali adalah salah satu dari dua Imam yang diundang untuk menemani Presiden George W. Bush di saat mengunjungi Ground Zero beberapa hari setelah 11 September. Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Imam dan Rabi untuk Perdamaian di Seville Spanyol 2006 dan National Summit pertama Imam dan Rabi Amerika Utara 2007, mewakili komunitas Muslim pada diskusi antar-agama dalam acara dialog Agama dan Pembangunan Berkelanjutan di Gedung Putih pada tahun 2007. Imam Ali juga berpartisipasi dalam Dialog Antar Agama Transatlantic 2008 di Frankfurt, Jerman.
Imam Shamsi dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh tokoh agama yang paling berpengaruh di New York City oleh New York Magazine (2006). Juga diangkat “Duta Perdamaian” oleh Federasi Internasional Agama Penghargaan Interfaith ICLI 2008. Dan dianugerahi sebagai salah satu dari 100 penerima the 2009 Ellis Island Medal of Honor Award. Ini medali emas bergengsi non militer adalah pengakuan tertinggi yang diberikan kepada imigran dengan kontribusi luar biasa kepada masyarakat Amerika dan dunia dan baginya, itu karena dedikasi tanpa henti dalam membangun jembatan antara komunitas agama.
Pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014, Imam Ali terpilih sebagai salah satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia oleh Studi Islam Royal Center Strategis di Yordania dan Universitas Georgetown.