Kate Walton Mengaku Dideportasi dan Dicekal Lantaran Aktif Beri Kritik Dan Masukan ke Pemerintah RI

LOMBOK GROUP NEWS | Presiden Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah. Ia pun meminta pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Jokowi ingin pelayanan publik semakin baik di masa mendatang. Dia berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.
Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi dan pelayanan publik harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan,” kata Jokowi saat berpidato di Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2).
Jokowi mengatakan Indonesia telah mencapai banyak hal dalam urusan perbaikan pelayanan publik. Namun, dia menilai masih banyak aspek yang perlu perbaikan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bilang pelayanan publik selama ini terjebak para prosedur administratif. Menurtnya, perlu ada ikhtiar berkelanjutan untuk membenahinya.
“Kita juga punya kerja besar untuk mengubah model pelayanan birokrasi yang selama ini kaku terjebak pada hal yang bersifat prosedural, bersifat administratif, dan menjadi pelayanan publik yang menekankan pada kecepatan, inovatif berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Kate Walton, aktivis dan penulis asal Australia melalui akun twitternya @waltonkate menanggapi pernyataan jokowi soal kritik dan memberi masukan. ia menyebut, dirinya dideportasi dan dicekal lantaran aktif memberi kritik dan masukan.
“Aku aktif sampaikan kritik dan masukan, kok malah dideportasi dan dicekal” kata Kate dikutip dari akun twitternya, Senin (8/2).
Dosen Monash University, Gus Nadirsyah Hosen melalui akun twitternya @na_dirs ikut menanggapi kicauan milik akun @waltonkate dan menyebut Kate dideportasi dan dicekal lantaran dukung Anies Baswedan.
“Soalnya dukung Anies sih hahahhaha” balasnya melalui akun @na_dirs.