PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Ini Hasil Investigasi Koran Tempo Soal Tewasnya Polisi Yang Diduga Terlibat Pembunuhan Laskar FPI

2 min read
10:23 | Maret, 27 2021

LOMBOK GROUP NEWS | Polisi yang mati kecelakaan tunggal bernama Elwira Pryadi Zendrato bukan terlibat dalam pembunuhan enam Laskar FPI.

Berdasarkan investigasi Tempo, Brigadir Satu Fikri Ramadhan Tawainella, Brigadir Kepala Faisal Khasbi Alamsyah, dan Brigadir Kepala Adi Ismanto terlapor diduga terlibat dalam pembunuhan enam Laskar FPI.

Munculnya nama Elwira sebagai nama terlapor cukup mengagetkan. “Apalagi peristiwa kecelakaan tunggal itu sudah terjadi pada awal Januari lalu, dan baru sekarang diumumkan,” kata sumber Tempo.

Sumber ini mengungkapkan komandan yang memimpin operasi pengejaran Habib Rizieq dan pengawalnya pada saat itu adalah Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Handik Zusen. Seharusnya dialah yang bertanggung jawab atas pembunuhan anggota laskar FPI itu.

Baca Juga:  HRS: Walau Kalian Tembak Kepala Saya, Saya Tidak Mau Sidang Online

Sumber tersebut mengatakan tak tersentuhnya Handik menguatkan informasi yang beredar di kalangan kepolisian bahwa lulusan Akademi Kepolisian pada 2003 ini mendapat perlindungan dari pejabat tinggi kepolisian.

“Kasihan para terlapor ini. Mereka polisi berpangkat rendah yang dikorbankan,” kata sumber Tempo.

Handik belum memberikan konfirmasi perihal ini. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, tak menjawab permintaan konfirmasi seputar hal ini melalui telepon dan pesan tertulis.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, juga belum memberikan respons. Sebelumnya, Rusdi mengatakan, “Proses penyidikan tetap berjalan.”

Baca Juga:  Kemarin Bilang 'Pistol' yang Dipakai FPI Asli, Kini Disebut 'Pistol' Rakitan

Polri mengatakan satu personel Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor dalam kasus pembunuhan di luar proses peradilan atau unlawful killing terhadap empat Laskar FPI yang berinisial EPZ meninggal karena kecelakaan tunggal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan peristiwa itu terjadi di Tangerang Selatan, Banten pada 3 Januari 2021.

“Salah satu terlapor atas nama EPZ itu telah meninggal dunia karena kasus kecelakaan tunggal,” kata dia, di Mabes Polri, Jumat (26/3).

Link Sumber Artikel: https://suaranasional.com/2021/03/27/investigasi-koran-tempo-polisi-yang-mati-kecelakaan-bukan-terlibat-pembunuhan-6-laskar-fpi/ .