PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Sepatu Bata Tutup Puluhan Gerai, Karyawan Juga Kena PHK

2 min read
Juni 19, 2021 | 12:35 PM - Editot : Imam H

LOMBOK GROUP NEWS | Sektor ritel terdampak pandemi COVID-19. Beberapa merek besar banyak yang tutup toko hingga perampingan karyawan.

PT Sepatu Bata Tbk menutup sejumlah gerai yang kurang menguntungkan. Itu dilakukan sebagai upaya memperbaiki kinerja perusahaan. Informasi tersebut diketahui dari dokumen paparan publik perseroan yang diunggah dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami menutup toko yang tidak menguntungkan,” bunyi dokumen tersebut, dikutip Kamis (17/6).

Namun, mereka tak merinci gerai yang akan ditutup tersebut. Mereka hanya menyebut kinerja penjualan perseroan anjlok 49 persen dari Rp931,27 miliar pada 2019 menjadi Rp459,58 miliar pada tahun kemarin. Imbasnya, kerugian perusahaan yang 2019 hanya Rp23,44 miliar melonjak jadi Rp177,76 miliar pada sepanjang 2020 kemarin.

Baca Juga:  [TRENDING] Jokowi Buka Pintu Izin Investasi Industri MIRAS Sampai Eceran

Dalam paparannya, perseroan menyatakan penurunan kinerja merupakan dampak pandemi covid-19 yang menekan daya beli masyarakat. Masalah tersebut telah membuat pertumbuhan belanja konsumen melambat dari 5,01 persen menjadi 2,84 persen pada kuartal I 2020 kemarin.

“Kepercayaan pasar berkurang dan konsumen menjadi semakin berhati-hati dalam berbelanja,” ujar perseroan.

Selain itu, belanja konsumen di segmen berpenghasilan menengah ke bawah sangat terpengaruh karena jutaan orang kehilangan pekerjaan mereka. Padahal golongan ini mencakup sekitar 45 persen dari populasi.

Karenanya, perusahaan dengan kode saham BATA itu akan melakukan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerjanya. Selain menutup gerai yang tidak menguntungkan mereka akan memaksimalkan belanja online.

“Kami akan menyelaraskan kapasitas pabrik dengan permintaan normal baru dan fokus pada produk dengan margin tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Hati-hati, Go-Food Dan Grab-Food Masih Jual Makanan Olahan Anjing

Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko mengatakan penutupan toko telah dilakukan pihaknya, namun dia mengklaim tidak banyak. Toko-toko yang ditutup ini disebut sudah tidak lagi memberikan keuntungan kepada perusahaan.

“Penutupan toko secara sengaja nggak ada, tapi kalau ada toko tidak profitable ya kita tutup. Tapi tidak ada penutupan besar-besaran,” ungkap Hatta dalam paparan publik, Rabu (16/6/2021).

Dia memaparkan hingga bulan Mei 2021, sisa gerai Sepatu Bata di seluruh Indonesia ada 460. Setidaknya, penutupan sudah dilakukan pada 50 toko yang tidak menguntungkan.

Dalam beberapa waktu ke depan, Hatta menyebutkan pihaknya tidak akan membuka toko baru, dan fokus mengembangkan bisnis digital.

Baca Juga:  Khawatir Merugikan, DPR Minta BSI Tahan Muhammadiyah Tarik Dana

“Fokus kita nggak lagi buka toko, tapi digital bisnis, penjualan secara online akan ditingkatkan,” kata Hatta.

Pengurangan karyawan pun tak terelakkan, Hatta menjelaskan banyak karyawan yang kontraknya habis tidak diperpanjang oleh perusahaan.

Sepatu Bata juga sempat melakukan perampingan karyawan dengan melakukan PHK, tapi Hatta menjelaskan jumlahnya tak banyak. Sayangnya, dia tak menyebutkan berapa banyak karyawan yang di-PHK, maupun yang tidak diperpanjang kontraknya.

“Dampak dari COVID-19 memang bisnis berkurang, tapi kita nggak besar-besaran PHK. Kalau kontrak habis kami nggak perpanjang, kalaupun ditambah PHK itu tidak besar, itu pun dilakukan sesuai peraturan pemerintah,” ungkap Hatta. []