PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Selamatkan Nyawa Warga Rohingya di Tengah Laut, 3 Nelayan Aceh Dihukum 5 Tahun Penjara

2 min read
Juni 18, 2021 | 9:24 AM - Editor : Imam H

LOMBOK GROUP NEWS | Aksi nelayan Aceh yang menyelamatkan muslim Rohingya di perairan Aceh pada 2020 lalu berbuntut panjang. Setidaknya ada tiga nelayan Aceh yang kini dihukum 5 tahun penjara serta denda sebesar Rp500 juta.

Ketiganya dihukum 5 tahun penjara lantaran dikatakan telah melanggar Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 KUHPidana.

Majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara beberapa hari lalu, Senin (14/6/2021), menggelar sidang kasus menjemput puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada Tahun 2020.

Agenda sidang pembacaan amar putusan terhadap tiga terdakwa. Masing-masing,Faisal Afrizal (43), nelayan asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Kemudian Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Baca Juga:  TKA China Gelombang I & II Sudah Tiba, Gelombang III Dijadwalkan Tiba Di SULTRA Besok

Hakim menyebutkan terdakwa melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana. Tiga terdakwa dalam kasus itu dihukum masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan. 

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Fauzi SH dalam sidang pamungkas kasus itu yang diadakan secara virtual.
Ketiga terdakwa mengikuti sidang tersebut di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara yang terpaut sekitar dua kilometer dari PN. 

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Simon SH mengikuti sidang tersebut di Kantor Kejari Aceh Utara di Lhoksukon. 

Baca Juga:  Aziz Yanuar: Ruang Tahanan HRS di Basement Dan Tidak Ada Sinar Matahari

Kasus tersebut juga melibatkan dua pria lainnya, yaitu Adi Jawa dan Anwar. Kini pria tersebut sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Imigran Rohingya, yang terdampar di perairan Aceh.
Akhirnya ditolong para nelayan untuk dievakuasi ke daratan Pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, pada 25 Juni 2020. 

Mereka diangkut oleh tiga nelayan dengan kapal motor ke Perairan Lancok kemudian mereka dipindahkan ke Lhokseumawe.

Menanggapi ditangkapnya nelayan Aceh yang menyelamatkan puluhan muslim Rohingya tersebut, Politisi Gerindra Fadli Zon menyampaikan protesnya.

Fadli Zon menilai seharusnya para nelayan Aceh itu mendapatkan penghargaan setelah menyelamatkan muslim Rohingya.

Baca Juga:  Ganjar: Genangan Ekstrim Akibat Elevasi Sungai Dan Terjadi Perputaran Air Sangat Tinggi

“3 Nelayan Aceh ini menyelamatkan warga Rohingya harusnya diberi penghargaan,” katanya melalui cuitan di akun Twitter @fadlizon.

Fadli Zon mengatakan penghargaan tersebut patut diberikan lantaran telah mengamalkan amanat Pancasila.

Alih-alih diberikan penghargaan, Fadli Zon mempertanyakan aksi nelayan tersebut yang justru malah dihukum.

“Krn melaksanakan amanat Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Kok malah dihukum,” ucap Fadli Zon.