PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

Warga Bangkalan: Corona Enggak Bakal Hilang Selama Presidennya Jokowi

2 min read
Juni 17, 2021 | 6:22 PM

LOMBOK GROUP NEWS | Kasus sebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur sedang tinggi-tingginya. Hanya dalam dua pekan, dari 12 kasus orang positif terpapar Corona melonjak menjadi 322 kasus.

Menurut Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, ada beberapa kendala yang menjadi penyebab penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan belum optimal. Di antaranya, warga enggan menjalani pemeriksaan rapid test dan tidak mau dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi, ketika masuk rumah sakit sudah dalam kondisi kritis. Ini memperbesar risiko kematian,” kata Ra Latif sapaan akrabnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Angka COVID-19 di NTB Meningkat, Gubernur Malah Asyik Berenang Bareng

Analisa lain, penyebab lonjakan kasus Covid-19 ini salah satunya akibat transmisi lokal cluster keluarga dari pemudik hari raya ketupat. Di Kecamatan Arosbaya ada tradisi kumpul bareng keluarga dengan kemungkinan mengabaikan protokol kesehatan.

Di sisi lain, warga Bangkalan Madura bisa dibilang tidak terlalu mempedulikan kasus Covid ini. Seperti dikisahkan warga Madura, sebut saja namanya Hans. Mertua Hans tinggal di Bangkalan, meninggal setelah positif terpapar Covid.

Ia menceritakan betapa sulitnya memberi pemahaman bapak dan keluarganya di Bangkalan tentang bahaya Covid ini. Bahkan, kata dia, justru ada kelompok-kelompok tertentu yang seolah-seolah mengajak agar masyarakat tidak peduli pada virus yang mengguncang dunia itu.

Baca Juga:  Pendukung Militan Jokowi Ernest Prakasa Mulai Tak Percaya Pemerintah

“Mertuaku saja ngeyel, menganggap Covid enggak ada. Itu bikinan katanya. Pas sakit saja enggak mau dibawa ke rumah sakit. Ada yang bilang gini, Corona enggak bakal hilang selama Presidennya Jokowi. Kan ndagel (lucu). Hubungane opo? Angel pokokke.. (susah pokoknya),” kata Hans tersenyum, Jumat (11/06/2021).

Akibat tingginya angka Covid-19 di Bangkalan tersebut, pemerintah daerah setempat sempat kelabakan hingga  akhirnya menggencarkan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat.

Seperti dilakukan Forkopimda Bangkalan baru-baru ini yang mulai gencar mensosialisasikan adanya 3 M yang meliputi mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak.

Baca Juga:  [Isu Gereja Dibakar Adalah HOAK], Kronologi Diduga Kelompok Kalora Bunuh 4 Warga Di Sigi

(JATIM.SUARA.COM)