[Kisah Nyata] 15 Tahun Bekerja di Rumah Sakit, Melihat Beragam Gaya Dan Tingkah “Sakaratul Maut” Seseorang
![[Kisah Nyata] 15 Tahun Bekerja di Rumah Sakit, Melihat Beragam Gaya Dan Tingkah “Sakaratul Maut” Seseorang [Kisah Nyata] 15 Tahun Bekerja di Rumah Sakit, Melihat Beragam Gaya Dan Tingkah “Sakaratul Maut” Seseorang](https://i0.wp.com/news.lombokgroup.com/wp-content/uploads/2021/08/Diah-Rima.png?fit=640%2C456&ssl=1)
LOMBOK GROUP NEWS | Salah satu tulisan dari seorang Bidan di Rumah Sakit, Diah Rima di akun Facebooknya dengan nama Diah Rima pada 18 November 2019 pukul 21.23 WIB sangat memotivasi kita untuk terus berjuang menjadi pribadi yang akan meninggal dengan keadaan Husnul Khatimah.
Diah Rima membagikan tulisannya terkait soal pengalamannya melihat beragam tingkah dan gaya kematian seseorang di detik-detik Sakaratul Maut beberapa pasien di Rumah Sakit tempat ia bekerja.
Berikut kutipan tulisan yang mengunggah jiwa bagi kaum yang berfikir:
Selama 15 tahun dalam pekerjaan saya di salah satu rumah sakit banyak sekali melihat langsung bagaimana akhir hidup seseorang. Berbagai macam “gaya” dan tingkah ketika kematian itu datang.
Gaya dan tingkah laku kematianmu adalah apa yang biasa kamu lakukan di waktu terdekat kematianmu, sungguh itu benar adanya.
Pernah suatu saat mengantarkan kepergian salah seorang pasien bergidik dan sedih hati ini, sebab kata terakhir yang diucapkannya adalah uang saya .. uang saya, Beliau dengan paniknya melihat ke bawah tempat tidurnya, matanya panik ketakutan dan terus mengatakan selamatkan uang saya..
Menangis keluarga mendengarnya, dibisikkan kalimat tauhid tetap bilang uang saya selamatkan!! Tak lama meninggal (Mungkin ada teman yg ingat kejadian ini.. ingat sampai beberapa waktu kita tidak nafsu makan karena perasaan takut dan ngeri melihatnya).
Atau pernah mengantarkan kepergian seorang wanita beberapa hari sebelum kematiannya, dia hanya ingin mendengar Kidung Sunda, dia selalu bernyanyi, disetel ayat Al-Qur’an berontak marah suruh ganti lagu Kidung Sunda sambil bernyanyi, terkadang tangannya melambai lambai ikut menari.
Bergidik, karena kami tahu keadaannya sudah endstate dan seharusnya bukan lagu atau musik tapi beliau hanya mau bernyanyi dan menari ![]()
tak lama meninggal (Mungkin ada yg ingat ?? Putarlah memori kita ke masa itu sebagai pelajaran).
Pernah juga seorang mantan PSK yang mempunyai susuk di beberapa titik dirinya, tersiksa gak bisa pergi, lamaaaaaa sekali. jika malam datang terkadang kami pun takut dengan diri nya, karena ada pantulan cahaya di beberapa titik wajahnya dan aroma mistik kental sekali sampai-sampai kami gak berani jika menanganinya sendirian, walau akhirnya meninggal tapi kasihan tersiksa. Semua lubang di dalam dirinya keluar kotorannya, semoga dengan Allah timpakan itu di dunia sebelum kematiannya Allah mengampuni sebagian dosa nya .. ![]()
![]()
Maka pesan saya, lepasssss semua kemusyikan sekarang juga, yang punya jimat atau yang sedang berkompromi dengan dukun, orang pintar atau orang bodo, cabut.. lepas semua mohon ampun, ajal gak tau kapan datangnya.. jika masih ada kemusyikan, dosanya besar tidak akan diampuni sebelum taubatan nasuha ![]()
![]()
Yang paling mudah, pernah saya melihat pasien dengan down sindrom, sudah usia, sudah direncanakan pulang ke rumah.. Subhanallah karena memang gak punya dosa, secepat itu wafatnya. ketika itu ada bel, saya datang tanya ke pasien ada apa? Dia agak gelisah, tapi ditanya keluhan tidak ada, saya katakan nanti ya saya ambil tensi dulu, baru beranjak ke pintu, keluarga nya teriak.. susterrr adik saya.. dilihat sudah tidak respon, nadi sudah tidak ada, lansung dilakukan RJP oleh tim walau sia-sia, karena semudah itu beliau pergi, keluarga terlihat sedih tapi bahagia.. bahagia bukan karena senang tidak mengurusnya lagi tapi bahagia karena kematiannya yang mudah, mereka bilang adik saya gak pernah merepotkan dalam hidupnya, kematiannya pun betapa dia tidak merepotkan.
Ada juga yang ketika ajalnya sudah dekat, ada pasien yang minta dipakaikan jilbab dan pakaian menutup aurat lengkap, dia melihat ada yang datang. dia bilang ada yang datang saya mau aurat saya tertutup, beberapa jam kemudian wafat.
Dan banyak cerita akhir hidup lainnya, saya jadi berfikir mau seperti apa akhir hidup saya, semua pilihan ada pada diri saya, mau selalu Berdzikir atau melantunkan ayat Al-Qur’an atau ingin naudzubillah scroling hp? Atau nonton Drakor atau bernyanyi ? Atau menghitung untung rugi??
Semua pilihan akhir hidup saya adalah keputusan saya sendiri untuk menjadi baik atau buruk ![]()
![]()
saya ingin akhir yang baik .. semua ingin juga kan ya?? Tp usaha kita apa..
Penulis: Diah Rima
Midwife (obstetrics) di RS Persahabatan