• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Ferdinand Hutahaean: Saya Akan Hancur, Tak Ada yang Mau Bela Saya!


Ferdinand Hutahaean: Saya Akan Hancur, Tak Ada yang Mau Bela Saya!

LOMBOK GROUP NEWS – Nama pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean ramai disorot usai mencuitkan soal ‘Allahmu lemah’. Ucapan Ferdinand bahkan dianggap menyerang kelompok agama tertentu dan seolah berniat menistakan.

Terkait hal itu, mantan politisi Partai Demokrat itu pun angkat suara soal Allahmu lemah yang dimaksud. Menurutnya, itu adalah perbincangan untuk dirinya sendiri yang kemudian ditumpahkan pada media sosial.

Dalam tayangan Kabar Petang di tvOne yang diunggah ke saluran berbagi video Youtube berjudul ‘Penjelasan Ferdinand Hutahaean Terkait Cuitannya yang Menuai Kontroversi’, Ferdinand menjelaskan secara lengkap.

“Jadi begini, itu tentang pribadi yang saya jalani. Itu merupakan dialog pikiran, logika, dan hati saya. Kalau ada yang menyebut itu cuma akal-akalan saja, mungkin orang itu tak pernah bicara dengan dirinya sendiri,” kata Ferdinand Hutahaean, Kamis 6 Januari 2022.

Baginya, dirinya memang tengah menghadapi masalah dan persoalan. Maka itu, ada perdebatan antara hati, pikirannya. Sehingga muncullah sebuah percakapan yang membuatnya berpikir bahwa Allahmu lemah.

Baca Juga:  Pengakuan Ayah Laskar FPI: Kami Diberitahu Polisi, Anak Bapak Kami Bunuh

“Itu perdebatan hati dan pikiran akibat polemik yang sedang saya jalani, apakah keras dan tidak, lalu timbul percakapan antara nalar saya, logika saja, dan hati saya. Timbullah percakapan seperti itu.”

“Dan saya menyatakan bahwa saya akan hancur, tidak ada yang bela saya. Maka pikiran saya menyatakan, Allah mu saja lemah. Namun hati saya bilang tidak. Oh tidak, Allah saya kuat,” katanya lagi menjelaskan.

Tulisan curhatan masalah pribadinya itu dimaksud oleh Ferdinand Hutahaean sebagai bentuk motivasi dirinya untuk bangkit dari keterpurukan. 

Dan dia menganggap menjadi hal yang mahfum jika media sosial dipakai banyak orang untuk mencurahkan perasaannya saat itu.

Baik ada yang secara vulgar, ada yang secara puitis, dan ada yang secara terselubung. Bagi Ferdinand Hutahaean, media sosial memang jadi pilihan untuk mencurahkan perasaan ketika dia tak menemukan seseorang yang menjadi teman berbicara.

Baca Juga:  Kerumunan Saat Jokowi di NTT, Kubu HRS-FPI Tuntut Keadilan

“Itu yang terjadi. Yang saya lakukan kemarin adalah menumpahkan apa yang sedang saya pikirkan, bahwa untuk memotivasi diri saya. Hanya memang mungkin karena sesuatu hal kondisi saya juga mengetiknya tidak lengkap.”

“Tetapi tidak apa-apa, saya menyadari cuitan saya telah terjadi mis persepsi, informasi, yang kemudian dipersepsikan orang dengan menyeret-nyeret pada agama tertentu,” katanya.

Padahal dia mengklaim tidak sedang menyasar orang tertentu, agama tertentu, atau kelompok tertentu. Tetapi murni adalah dirinya sendiri yang disampaikan ke media sosial.

Sebelumnya, imbas dari cuitannya tersebut, Ferdinand Hutahaean dilaporkan oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan. 

Ferdinand Hutahaean dilaporkan akibat cuitannya yang dinilai bermuatan SARA.

“Kami sengaja melaporkan Ferdinand ini karena postingannya diduga mengandung unsur ujaran kebencian yang bermuatan SARA,” ujar Ketua BMI Sulsel, Muhammad Zulkifli.

Baca Juga:  Kisah Agama Dan Dongeng | Catatan Netizen

Diketaui sebelumnya, Ferdinand Hutahaean berpendapat, Tuhan yang maha segala semestinya tak perlu dibela manusia. Sebab, jika mendapat pembelaan, tandanya Dia lemah dan tak punya kuasa apapun.

“Kasihan sekali, Allahmu ternyata lemah (sehingga) harus dibela. Kalau aku sih, Allahku luar biasa, maha segalanya,” demikian isi cuitan Ferdinand yang kemudian menjadi viral.

Bukan hanya maha besar, menurutnya, Tuhan yang dia sembah selalu menjadi pelindung dan pembelanya. Sehingga, kata dia, untuk apa membela Tuhan.

“Dia lah pembelaku selalu, dan Allahku tak harus dibela,” kata Ferdinand.

Berkat cuitan tersebut, Ferdinand mendapat hujatan dari berbagai pihak, baik rekan politisi, tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya. Selain itu, tagar Tangkap Ferdinand juga sempat menjadi trending topic.