• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Mengaku Anak TNI AL, Remaja Ini Usir Santriwati Penghafal Al-Qur’an Saat Hendak Berbuka Puasa Sunnah


Mengaku Anak TNI AL, Remaja Ini Usir Santriwati Penghafal Al-Qur’an Saat Hendak Berbuka Puasa Sunnah

LOMBOK GROUP, NEWS – Pendiri Rumah Tahfidz Gratis Al-Kautsar dikabarkan tengah mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat hendak menemani Santri Ahkwat untuk berbuka puasa sunnah di Lego-Lego Food Court, Makassar, Sulawei Selatan, Kamis (24/3).

Dalam unggahan di akun instagramnya, Rahmat Alkautsar menceritakan, dua remaja yang mengaku anak TNI Angkatan Laut itu tiba-tiba mengusir Santri Akhwat dan Ustadzahnya saat tengah mencari kursi kosong untuk berbuka puasa.

“Saya bersama ibunda tercinta membawa santri-santri akhwat berbuka puasa di sekitar Masjid kubah pantai losari, ya namanya tempat umum saya melihat santri akhwat mencari kursi-kursi yang kosong untuk berbuka puasa sunnah, tiba-tiba Ustadzah Sitti Nurlaela pimpinan di cabang Bulukumba Sulsel di usir dengan sombong di depan mata saya” ungkapnya seperti dikutip dari akun instagramnya, @rahmatalkautsar.

Baca Juga:  Wasiat Dan Pesan Terakhir Ustadz Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal Dunia

Tidak hanya Ustadzah Sitti Nurlaela, Ustadzah Pimpinan Tahfidz Gratis Al-Kautsar Cabang Makassar juga mendapat perlakuan yang sama.

“ya masih berusaha menahan diri, lalu tak lama berselang Ustadzah Pimpinan Cabang Makassar juga di usir dengan gaya sombongnya sambil mencibir dan menatap sinis, saya juga masih menahan diri, ketiga kalinya saya melihat lagi santri diusir semua, jadi saya menanyakan maksudnya apa? Kenapa melihat penampilan santri sinis sekali?” lanjutnya.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, ke dua remaja tersebut kemudian emosi lalu berdiri menunjuk-nunjuk sambil memukul meja dan mengaku kalau dirinya anak TNI Angkatan Laut.

Baca Juga:  Syahadatnya Seorang Misionaris | Catatan Mualaf Center Indonesia

“Akhirnya cewek dan cowok yang bergaya orang kaya ini emosi, berdiri dan mengaku-ngaku anak Tentara Angkatan Laut sambil memukul mukul meja dan menunjuk saya” kata Rahmat.

“Tentu ini hanya oknum, kita doakan saja semoga tidak seperti ini ke Muslimah-muslimah kita yang lain, diperlakukan dengan hina di Negeri sendiri” tutupnya.