• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Siswi SD Ini Dikeluarkan Karena Belum Vaksin, Koh Steven Khawatir Orang Tua Ambil Jalur Home Schooling



Foto: Steven Indra Wibowo dan Siswi SD Kolawe yang dikeluarkan karena belum Vaksin.

LOMBOK GROUP, NEWS – Seorang siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tawarotebota diusir oleh gurunya saat hendak mengikuti ujian try out. Gara-garanya si murid belum vaksinasi Covid-19.

Peristiwa tersebut terjadi di SDN 2 Tawarotebota, Kecamatan Uepai, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi tersebut diabadikan langsung oleh sang guru dan videonya viral di media sosial (medsos), Kamis (24/3).

Siswi yang kemudian diketahui bernama Intan itu akhirnya keluar dari kelas dan pulang ke rumah.

”Oleh karena itu Intan hari ini terpaksa dia harus kembali ke rumahnya,” kata sang guru.

Dalam video itu, sang guru menyuruh Intan pulang karena dia belum melakukan vaksinasi sesuai arahan dari Korwil yang disampaikan oleh kepala sekolah.

Baca Juga:  Mengelola Konflik Secara Efisien

”Ya, jadi tidak dibenarkan untuk sekolah untuk ujian, jadi Intan ko kembali mi dulu di rumah iyo. Ambilmi na tasmu, ambilmi tasmu na baru ko kembali,” sambungnya.

Intan yang mendengar hal itu langsung mengambil tasnya dan beranjak pulang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Konawe Suryadi sangat menyayangkan tindakan guru tersebut.

Apalagi sampai dengan sengaja merekam saat sang guru menyuruh seorang siswi itu untuk pulang.

Menurutnya, aksi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Apalagi tidak ada kebijakan yang mengatur bahwa siswa harus divaksin lalu bisa ikut try out.

”Kalau kita bicara aturan, kita rujuk diaturan kami dari Pak Sekda. Itukan tidak ada aturan yang tertuang di situ,” ucapnya.

Baca Juga:  Lagi, Pendidikan Pancasila Dan Bahasa Indonesia Hilang Dari Standar Nasional Pendidikan

Maka dari itu, Suryadi menegaskan kepada seluruh guru yang ada di Konawe agar tetap memberikan pelayanan kepada siswa yang akan mengikuti try out.

Baik dengan cara tatap muka langsung maupun lewat daring.

”Tidak ada sanksi yang diberikan. Semua masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Muallaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo melalui akun instagram pribadinya menyampaikan, Pemberlakuan tidak boleh sekolah lantaran belum vaksin tidak memiliki pengaruh terhadap dalam menyimak pelajaran atau mengerjakan ujian.

Lebih lanjut Koh Steven menjelaskan, perlakuan tersebut justru bisa mempengaruhi orang tua untuk mengambil jalur Home Schooling sperti yang tengah dilakukan Koh Steven dan anaknya.

Baca Juga:  Berkat Do'a Para Ulama, Putra Hanny Kristianto (Mujahid Pembela Mualaf Indonesia) Sembuh Dari Penyakit Kankernya

“Bagaimana jika nantinya anak anak di Indonesia malah home schooling? Apakah kementrian terkait sudah siap?” ungkap Koh Steven Sperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, @stevenindrawibowo, Sabtu (26/3).

“Anak anak saya jadinya Home Schooling Pak Mentri, jelas kurikulumnya saya yang ngatur, ngaji dan hafalan Qurannya saya yang tentukan, pelajaran lainnya juga saya tentukan, tinggal kejar paket untuk dapet ijazah” lanjutnya.

“Suatu masa nanti akan banyak orang tua yang akan sama berfikirnya dengan saya dan akan Home Schooling anak-anak mereka jika regulasinya malah menyusahkan bukannya mempermudah masyarakat” tutup pria yang pernah dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan Republika 2020 silam itu.