• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Catatan Harian Ust. Felix Siauw | Antara Hasad Atau Nasihat




Telah sampai ke saya, perkataan seorang yang dikenal sebagai Kyai, berkata-kata tentang saya di hadapan ramai jamaah, “Orang baru masuk Islam kok disuruh pidato, dia saja dulu tak jelas di agama lamanya”, kira-kira begitu

Sebelumnya saya juga mendengar, ada yang melakukan hal yang hampir sama pada ulama yang bagi saya karunia Allah buat Indonesia, @ustadzabdulsomad
dan @ustadzadihidayat

Yang satu berkata dituduh pelawak karena suka melucu dan terkenal serta dicintai ummatnya, yang satu lagi dituduh rusak manhajnya sebab menyebut ayat lengkap dengan posisi, letak, dan halamannya

Baca Juga:  Mereka Yang Mengaku-Aku | Oleh Ust. Felix Siauw

Saya berdakwah sejak 2002, sekira tiga pekan selepas mengucap syahadat. Di 2013 berjumpa Ust. Abdul Somad, di 2017 berkenal dengan Ust. Adi Hidayat. Jujur pertamakali berjumpa mereka, ada rasa iri di dalam hati saya

Mengapa mereka lebih pintar? Lebih hafal banyak dalil? Mengapa mereka lebih fakih dalam agama? Padahal umur saya dan mereka tak terpaut jauh, mengapa ilmu saya dan mereka sangat jauh sekali bedanya?

Rasanya campur aduk, kagum, iri, kesal, menyesal, terpesona, takjub. Tapi semua itu sirna saat saya berpikir, “Alhamdulillah, mereka di jalan dakwah, insyaAllah Islam akan semakin lekas bangkit”, begitu

Baca Juga:  Masjid Bersejarah Ini Dihancurkan PM India Narendra Modi Untuk Bangun Kuil Hindu

Maka hilang semua kemungkinan rasa hasad itu, sebab Allah adalah tujuan, bila Allah jadi tujuan, tidak ada alasan saya tidak mencintai dan memuliakan mereka. Sebab dakwah ini bukan kompetisi, tapi saling melengkapi

Begitulah mereka yang mencintai di jalan Allah. Logikanya, semakin banyak da’i, maka semakin ringan kerja dakwah ini, semakin banyak yang berilmu, semakin baik ummat ini

Kembali lagi ke soalan atas. Mungkin bagi Kyai tadi, ketika saya tidak Islam, maka tidak akan ada masalah, justru masalah baginya ketika saya menjadi Muslim, lalu memberikan kajian Islam setelahnya

Baca Juga:  Surat Kerinduan Anak Negeri " Pengakuan Yang Tertunda"

Hasad itu tak ada ketika orang lain tak punya dan kita tak punya. Begitu orang lain punya dan kita tidak, maka muncul hasad. Sangat samar, ditera pun sukar

Saya sendiri seringkali masih merancu, ketika berjumpa dengan yang lebih baik dari saya, lantas ketika saya punya hal yang tak saya suka darinya, apakah ini adalah hasad atau nasihat
Doakan saya, doakan kita semua. Tulisnya.
Sc: IG @felixsiauw