• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Ini Isi Surat Ruslan Buton Ke Jokowi Hingga Membuatnya Ditangkap Polisi




Warganet dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang berisikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dari seorang Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton.

Dalam rekaman video tersebut Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton meminta Joko Widodo mundur dari jabatan Presiden karena dianggap tidak mampu menjalankan tugas sebagai mana mestinya.

Dalam surat tersebut juga Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton menyampaikan Bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Jokowi Datang, Seorang Perempuan Emosi Tempat Sholatnya Terinjak-injak

Tidak menutup kemungkinan adanya revolusi rakyat jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mundur dari jabatannya.

“Bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” kata Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton dalam surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Kata Ruslan Buton, Jokowi mundur dari jabatannya untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Sebelum kedaulatan negara benar benar runtuh dan dikuasai asing terutama Cina Komunis,” jelasnya.

Ruslan Buton mengatakan, berbagai kebijakan Presiden Jokowi selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini.

Baca Juga:  Indef: Utang Pemerintah Plus BUMN Tembus 10.000 Triliun Di Akhir Periode Jokowi

“Suka atau tidak suka, di era kepemimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara, atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak saudara fahami atau mungkin karena saudara telah tersandera oleh kepentingan elit politik,” jelasnya.

Menurut Ruslan Buton, lengsernya Jenderal Besar Suharto, bisa menjadi sebuah acuan atau referensi Presiden Jokowi mengundurkan diri.

“Sebagai seorang negarawan, beliau dengan legowo menyatakan mundur dari tahta Kepresidenan demi menghindari pertumpahan darah sesama anak bangsa,” pungkasnya.