• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Kritik Ekspor Benih Lobster, Susi Pudjiastuti Diskak Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Gerindra




Dr. Susi Pudjiastuti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu mengaku geram dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal mencabut larangan ekspor benih lobster.

Susi menganggap kebijakan Edhy Prabowo yang mencabut larangan ekspor benih lobster sangat bertentangan dengan kebijakan dirinya di masa silam ketika jadi menteri.

Susi menyebut bahwa lobster sangat bernilai ekonomi tinggi, sehingga kelestariannya perlu dijaga.

“Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya; dengan harga seperseratusnyapun tidak. Astagfirulah .. karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dr Nya,” tulis Susi Pudjiastuti dalam akun Twitternya.

Baca Juga:  Sri Muliyani Beri Isyarat Indonesia Akan Resesi | Lakukan 4 Hal Ini Agar Terhindar Dari Kesulitan Hidup

Terkait soal pernyataan ibu susi tersebut, seorang anggota Komisi IV DPR RI Daroro Wonodipuro menanggapi komentar Susi dengan keras dan meminta Susi untuk tidak berpolemik.

Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Gerindra tersebut membela Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal isu lobster yang menurutnya dipolitisasi.

Darori melihat persoalan ini terlalu dibesar-besarkan dan dianggap menyudutkan Gerindra.

Menurut Darori persoalan ini hanya masalah teknis saja sehingga ia meminta kepada menteri lama untuk tidak usah ikut campur dan mengganggu program menteri baru.

Baca Juga:  Menteri KKP Ditangkap, Andreau Pribadi Jadi 'BURONAN' KPK: Ini Sosoknya

Dirinya berujar sudah pengalaman dengan 10 menteri di masa silam.

“Jangan dipolemikkan, ini masalah teknis. Ini menteri ganti, saya jadi dirjen 10 menteri, enggak pernah menteri lama mengoreksi menteri baru. Menteri baru kasih kesempatan, seolah-olah apa idenya dia dilanjutkan, masing-masing, saran saya masalah teknis ya,“ kata Darori, Rabu (8/7/2020).