Bima Arya Ngeyel Lawan Perintah ‘JOKOWI’? Mahfud: Kepala Daerah Jangan Cari Panggung

Presiden Jokowi sudah lama memerintahkan kepada menteri-menterinya agar rumah sakit dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat karena virus korona. Karena menurut Jokowi hal itu merupakan Hak-hak pribadi pasien yang harus dijaga. Himbauan Jokowi juga berlaku untuk media massa, untuk menghormati privasi pasien.
Berita Menarik Lainnya:
- PS Djeram Present 2025, Hadirkan Gus Iqdam Untuk Warga Lombok
- Tokoh Terkorup di Dunia Versi OCCRP, Ada Nama Jokowi
- Survey LSN: Nyaris 100% Pemilih Beragama Islam Dukung Anies
- Adik Prabowo Sindir Capres Suka Nonton Bokep dan Antibola
- Anies: Adu Lari Keliling RI Saya Kalah, Tapi Adu Gagasan Siap
“Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat karena virus korona. Hak-hak pribadi mereka harus dijaga. Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka.” Cuit Jokowi pada akun resminya @jokowi pada tanggal 3 Maret 2020.
Namun perintah Jokowi tersebut nampaknya tidak sampai kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sekaligus selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Bima beberapa kali mendesak agar RS UMMI tempat dimana HRS menjalani test Swab dan perawatan akibat kelelahan sepulangnya dari Arab Saudi.
Bahkan, Bima Arya tampak geram akibat RS UMMI tidak mau membuka data pasien yang merupakan kewajibannya untuk merahasiakan data pasien. Akibatnya Bima Arya murka dan bernafsu ingin melaporkan RS UMMI Bogor ke kepolisian karena diduga menghalangi atau menghambat tugas tim Satgas COVID-19 Kota Bogor.
Kontan saja Bima dianggap tidak mengerti bagaimana prosedur rumah sakit dalam menjaga kerahasiaan pasien. Mer-C pun bereaksi, lewat Siaran Persnya Mer-C menyayangkan sikap Walikota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada RS, Tim Medis dan pasien. Saat ini menurut Mer-C semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan.
Mer-C juga menghimbau agar semua pihak tidak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani. Terakhir Mer-C mengingatkan perihal menyampaikan kondisi kesehatan adalah domain keluarga. Bahkan pihak RS/ dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seijin keluarga.
Perlakuan Bima Arya kepada HRS mengingatkan Netizen kepada pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD pada 3 Februari 2020. Saat itu Mahfud mengingatkan “Informasi penanganan corona itu sendiri terpusat di Kemenkes (Kementerian Kesehatan).”
Pemerintah Daerah lebih lanjut menurut Mahfud MD “Diharapkan juga pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan terutama pemerintah-pemerintah Daerah itu ada sesuatu yang belum jelas sudah konpers corona,”
“Jangan berkesan ingin mendramatisir mencari panggung dan sebagainya,” ucap Mahfud MD.
- Artikel ini sebelumnya tayang di jerami.id dengan tajuk “Jokowi Bilang Jangan Buka Privasi Pasien, Bima Arya Ngeyel, di Sleding Mahfud MD: Kepala Daerah Jangan Mendramatisir Corona untuk Cari Panggung“
- Link sumber artikel Baca ‘DISINI‘