[Isu Gereja Dibakar Adalah HOAK], Kronologi Diduga Kelompok Kalora Bunuh 4 Warga Di Sigi
![[Isu Gereja Dibakar Adalah HOAK], Kronologi Diduga Kelompok Kalora Bunuh 4 Warga Di Sigi [Isu Gereja Dibakar Adalah HOAK], Kronologi Diduga Kelompok Kalora Bunuh 4 Warga Di Sigi](https://i0.wp.com/news.lombokgroup.com/wp-content/uploads/2020/11/terorsigi.png?fit=596%2C441&ssl=1)
Empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diduga menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok pimpinan Kalora.
Para korban dieksekusi langsung di rumah korban. Polisi menyatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menyebarkan teror di masyarakat.
“Jadi mereka kadang-kadang suka melakukan aksi secara acak. Namanya teroris, jadi melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Suparnoto saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembunuhan itu pertama kali dilaporkan oleh Ulin, seorang saksi yang juga merupakan anak dari korban.
Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di kediaman korban di Dusun ST 2 Lewono. Kala itu, kelompok teroris sempat menyandera ayah dan ibu Ulin, Yasa dan Nei. Kemudian Ulin dan suaminya, Pino.
Ulin berhasil melarikan diri. Hanya saja, kelompok Kalora cs telah mengeksekusi korban yang lain. Tercatat, empat korban tewas dengan kondisi nahas. Selain itu, pelaku juga sempat membakar salah satu rumah di sekitar perkampungan itu.
“Ada empat itu yang meninggal, atas nama Yasa kemudian Pinu, Naka dan Pedi,” ucap dia.
Polisi masih mendalami kasus tersebut. belum diketahui pasti kelompok yang terlibat dalam aksi pembunuhan keji tersebut.
Para pelaku diduga melarikan diri ke arah hutan usai melakukan aksinya.
“Dari kemarin sampai dengan saat dengan saat ini, personel Satgas Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT yang telah melakukan teror,” kata Didik.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 150 kepala keluarga di Desa Lemban Tongoa diungsikan pascapenyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal pada hari Jumat (27/11/2020), sekitar pukul 09.00 WITA.
Kepala Desa Lemban Tongoa Deki Basalulu menjelaskan bahwa mereka yang mengungsi itu bermukim dekat lokasi kejadian penyerangan.
Dijelaskan pula bahwa keluarga diungsikan ke tempat yang lebih aman yang lokasinya masih di Desa Lemban Tongoa.
”Saat ini aman, semua warga di lokasi sudah diungsikan ke daerah yang ramai penduduk,” katanya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kata Deki, pelaku yang melakukan penyerangan itu berjumlah enam orang.
”Warga ada yang lihat. Namun, sampai sekarang belum didapat, ada enam orang,” kata Kades Lemban Tongoa.
Ia berharap kepada masyarakat, khususnya Lemban Tongoa, jangan mudah terprovokasi ketika menerima informasi di media sosial yang kontennya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
”Kami aman. Saya tidak suruh warga untuk meng-upload di media sosial. Saya berharap tidak ada yang terprovokasi,” katanya.
Sementara terkait ada isu pembakaran gereja itu adalah hoak. Kapolres Sigi Ajun Komisaris Besar Yoga Priyahutama SH SIK dalam keterangan resmi membenarkan adanya penyerangan tersebut tetapi ia membantah terkait adanya pembakaran gereja.
“Tapi tidak ada gereja dibakar. Di desa itu tak ada gereja. Jadi korban ada 4 yang meninggal dan 3 rumah warga dibakar,” kata dia.
Hal senada juga disampaikan PGI melalui siaran pers yang dikeluarkan tertanggal 28 November 2020, dalam siaran itu disebut yang dibakar kelompok pelaku adalah rumah warga yang kebetulan dijadikan sebagai tempat ibadah dan bukan gereja.