Lagi! Drone Laut Milik China Ditemukan Nelayan, Lengkap Dengan Kamera Dan Dioperasikan Satelit

Informasi berkembang kalau benda tersebut bertugas melakukan pendataan bawah laut atau semacam drone laut yang dimanfaatkan untuk mengetahui data laut dan apa saja yang ditemuinya di laut. Kemudian datanya dikirim melalui pancaran satelit setiap kali benda naik ke permukaan.
Data yang berhasil dikumpulkan di dasar laut kemudian dikirim melalui satelit ke pusatnya.
Benda pendeteksi ini disebut tidak berbahaya dan tidak meledak. Seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Benda ini dikendalikan melalui satelit dan tanpa awak.
Isi dalam benda tersebut kebanyakan baterai litium dan peralatan digital serta alat sensor.
Informasi diperoleh di lapangan, benda ini telah dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar China di Indonesia sebagai milik mereka. Dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian salah satu Universitas di China.
Benda tersebut tidak meledak dan tidak berbahaya. Namun dimanfaatkan sebagai alat penelitian dan pencarian data.
Kedubes China untuk Indonesia disebut telah melakukan koordinasi ke Pemerintah Indonesia.
Benda tersebut kini masih diamankan di kantor Koramil 03 – 1415 Kepulauan Selayar dan terlihat lampu led merah yang melengket di benda tersebut masih menyala dan aktif.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Saehuddin karena telah berani melaporkan barang temuan mencurigakan tersebut kepada aparat keamanan,” kata Danramil 1415-03/Pasimarannu Kapten Inf. Syamsuddin, kepada wartawan, Sabtu (26/12/2020).
Benda mencurigakan tersebut kini sudah diamankan di Kantor Koramil 1415-03/Pasimarannu.
Sebelumnya, tahun 2019 silam nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau juga pernah menemukan Drone laut milik Negeri tirai bambu pada, Sabtu (23/3/2019).
Saat itu, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri menyebut, drone laut tersebut biasa digunakan untuk penelititian bawah laut.
“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” kata Boy, melalui sambungan selulernya, Minggu (24/3/2019).