• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Duit Korupsi Bansos Diduga Mengalir ke PDIP Lewat Staf Puan, Pengadaan Tas Rekomendasi Gibran



Photo: Capture/Tempo
  • Menteri Juliari Batubara membentuk tim khusus untuk menunjuk langsung vendor paket bantuan sosial.
  • Tim ini menampung upeti dan mengarahkan vendor kepada supplier yang terafiliasi dengan PDIP. – Menteri Juliari sempat menyebut nama putra Presiden untuk pengadaan tas penampung bansos.

Tim khusus Menteri Sosial Juliari Batubara diduga menampung fee dari perusahaan yang ditunjuk untuk mengadakan bantuan sosial bahan kebutuhan pokok.

Mereka menunjuk perusahaan yang belum lama berdiri sebagai pemenang. Paket bantuan itu disebut-sebut dikuasai sejumlah politikus dan pejabat negara.

Duit suap disinyalir mengalir kepada calon kepala daerah dari PDIP.KPK menyita duit Rp 14,5 miliar dalam OTT pejabat Kemensos, Sabtu, 5 Desember 2020.

Baca Juga:  Bendera PDIP Dibakar: Megawati Keluarkan Surat Perintah Harian, Ini Isinya

Pemberian fulus itu diduga bertujuan agar Juliari dan anak buahnya memilih perusahaan Ardian dan Harry sebagai vendor penyedia bansos di kawasan Jabodetabek.

Ardian dan Harry menjadi tersangka pemberi suap, sedangkan Juliari dan dua anak buahnya, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, menjadi tersangka penerima suap.

Dari pengusaha ini, Juliari diduga telah menerima suap senilai Rp 17 miliar. Duit ini dipungut dari pemotongan dana bantuan sosial sebesar Rp 10 ribu dari paket bahan pokok seharga Rp 300 ribu.