• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Heboh Hoax 2 Trilliun, Situs Sekretariat Kabinet Hapus Berita Jokowi Soal 11.000 Trilliun


Heboh Hoax 2 Trilliun, Situs Sekretariat Kabinet Hapus Berita Jokowi Soal 11.000 Trilliun

LOMBOK GROUP NEWS | Setelah jagat maya diramaikan dengan dugaan hoax keluarga Akidi Tio yang akan menyumbang Rp2 triliun untuk penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, kini netizen menghubungkan kasus itu dengan pidato Rp11 ribu triliun yang diutarakan Presiden Joko Widodo.

Dengan adanya isu hoax yang menyeret keluarga Akidi Tio itu, warganet lantas menyamakan kasus itu dengan pidato presiden Jokowi yang dituturkan 5 tahun lalu. Salah satunya pada akun @ndcapio.

Ia menghubungkan bahwa pidato Jokowi itu bertepatan dengan kasus hoax keluarga Akidi Tio ditangkap, yang juga menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia 5 tahun lalu.

“Iseng-iseng buka video 11.000 T dan di kantong sebelahnya lebih banyak lagi. Rupanya pidato tersebut tepat hari Senin 1 Agustus 2016, 5 tahun yg lalu. Hari ini senin, 2 Agt 2021 prank 2T ditangkap. Sungguh ajaib, keduanya terjadi menjelang Hari Kemerdekaan,” ujar @ndcapio, Selasa (3/8).

Baca Juga:  Diburu POLISI, Ini Sosok Pemilik Akun @Lini_ZQ Pengunggah Video Perwira Nyamar Mahasiswa, Berani Tangkap?

Sebelumnya, Pada 2016 silam, dalam acara sosialisasi Tax Amnesty di Balikpapan, Jokowi mengklaim telah mengantongi data soal jumlah dana/aset warga negara Indonesia (WNI), baik individu maupun perusahaan, yang disimpan di luar negeri. Ia menyebut jumlahnya mencapai Rp11 ribu triliun.

Pada 2020, isu dana/aset WNI Rp11 ribu triliun itu sempat berubah menjadi hoaks bahwa pemerintah memiliki dana di luar negeri. Kominfo telah meluruskan kabar hoaks tersebut dan menyatakan Pemerintahan Jokowi memiliki dan menyimpan uang Rp11 ribu triliun di luar negeri adalah informasi menyesatkan.

Tim kami mencoba menelusuri situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) di setkab.go.id dan tidak menemukan lagi berita terkait yang berjudul “Datanya Sudah Ada, Presiden Jokowi: Uang Kita Yang Disimpan di Luar Negeri Rp. 11.000 Triliun”.