• Lombok, Nusa Tenggara Barat

Herbert Eks Pegawai KPK Kini Jualan Online dan Usaha Pelihara Kambing Kecil-kecilan




LOMBOK GROUP NEWS | Herbert Nababan nama lengkapnya. Dia adalah salah seorang penyidik senior KPK, yang bergabung melalui program Indonesia Memanggil 1 (IM1). Sementara ini, Herbert dikabarkan sedang menyibukkan membantu istrinya jualan online dan mencoba memulai merintis usaha ternak kambing.

Herbert adalah putra Batak, yang besar di Tanjungpinang. Didikan orang tuanya yg seorang pensiunan guru, membentuk dirinya menjadi seorang pembelajar sejati. Herbert seorang Sarjana Teknik, Sarjana Hukum, Master Hukum dan sedang berencana untuk melanjutkan ke program Doktoral.

Herbert salah seorang pegawai yang kaya pengalaman di KPK. Ia pernah menjadi fungsional Kedeputian Pencegahan, fungsional Direktorat Pengembangan Jaringan dan 9 tahun terakhir menjadi penyidik KPK. Sebagai Penyidik, Herbert sudah menangani banyak perkara korupsi dan pencucian uang.

Sejak dinon-aktifkan Pimpinan KPK pada bulan Mei 2021 dan dipecat pada 30 September 2021 lalu, Herbert secara intens berkomunikasi dengan kawan lainnya untuk saling berkabar.

Baca Juga:  Bos Yang Tak Ingin "DiAnggap" | Catatan Netizen-INSPIRASI

“Biasanya pagi hari, Herbert sibuk membantu istrinya untuk packing barang dagangan, kadang dia jg ikut mengantar pesanan.” Ungkap mantan penyelidik KPK Aulia Postiera melalui akun twitternya @paijodirajo.

Herbert Saat Packing Barang Jualannya (Foto: @paijodirajo)

Diketaui sejak dua tahun terakhir, istri Herbert memutuskan berhenti bekerja dan memulai bisnis jualan pakaian dan kebutuhan anak-anak dari rumah. dan berikut adalah lapak jualan mereka di toko online.

Tangkapan layar ID Toko Online Milik Herbert Dan Istri (Foto: @paijodirajo)

Sesekali Herbert juga mengirimkan foto dan videonya sedang bersantai di kebon miliknya kepada Aulia Postiera. Saat ini, ia juga sedang belajar sambil merintis usaha ternak kambing kecil2an.

Herbert Sedang makan Santai Di sebelah Kandang Ternak Miliknya ( Foto: @paijodirajo)

Herbert termasuk 1 dari 57 pegawai KPK yang dipecat Pimpinan @KPK_RI dengan cara sewenang-wenang menggunakan propaganda tuduhan Taliban. Padahal diketahui, Herbert adalah seorang Kristen dan bukan Taliban, Herbert itu NABABAN.

Baca Juga:  Diduga Sebar Ujaran Kebencian, Mantan Sekretaris Kementrian BUMN Dilaporkan ke POLISI

Sebagai informasi tambahan, Pada bulan Mei 2021, Herbert sedang menyidik perkara dugaan jual beli perkara yang melibatkan Robin (mantan penyidik KPK) & Syahrial (Walkot Tanjung Balai). Belum sempat dia membongkar siapa saja kelompok Robin serta ‘atasan’nya, dia terlanjur non-aktif hingga akhirnya dipecat.

“Sebagai pegawai KPK, tentu saya sangat kecewa dengan adanya TWK ini dan Presiden juga terkesan seperti tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal sudah sangat jelas pidato Presiden Jokowi pada pertengahan Juni yang berisi instruksi kepada Pimpinan KPK, tetapi kesannya instruksi Presiden tersebut tidak dianggap oleh Pimpinan KPK,” kata Herbert.

“Di situ saya semakin meyakini bahwa TWK-TWK-an ini sudah dirancang sedemikian rupa oleh Pimpinan KPK untuk menyingkirkan orang-orang tertentu,” ujarnya kepada Tempo.co, 12 Oktober 2021.

Dan, 30 September menjadi hari terakhirnya mengabdikan diri di lembaga antirasuah yang selama 15 tahun ia berada di dalamnya. Lelaki yang pernah di posisi fungsional di Deputi Pencegahan Korupsi dan fungsional Direktorat Kerja sama antar lembaga ini.

Baca Juga:  Kapolri Minta Anak Buah Cari Ismail Bolong Tapi Belum Ketemu

Alumnus Magister Hukum FH Universitas Indonesia ini, tak patah arang dan menyerah begitu saja. Setelah hari terakhirnya di KPK, selain terus konsolidasi dengan kawan lainnya, ia membantu istrinya yang sudah dua tahun terakhir berjualan online pakaian anak dan kebutuhan khusus anak-anak lainnya seperti sabun dan sampo melalui e-commerce.

“Usaha yang dilakukan ini  tentu sebagai upaya kami sebegai keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pasca 30 September tentu membantu istri jualan online dan Puji Tuhan dari hasil jualan online tersebut bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

“Paling penting dari kegiatan jualan online yang saya lakukan tersebut adlh utk mendapatkan sesuatu secara halal, tidak melanggar HAM, tidak memanfaatkan pengaruh ataupun jabatan saya sebelumnya di KPK untuk mendapatkan keuntungan pribadi” tutupnya.