Mengenal Sosok Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pendiri NWDI Dan NBDI

Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah anak bungsu. Kakak kandungnya lima orang, yakni Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Sabur, dan Hajah Masyitah.
Ayahandanya, TGH Abdul Madjid, terkenal dengan panggilan Guru Mu’minah adalah seorang mubalig dan terkenal pemberani. Guru Mu’minah pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah, sedangkan ibundanya Hajah Halimatus Sa’diyah terkenal sangat salehah. Adapun sejak kecil, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terkenal sangat jujur dan cerdas.
Sekembali dari Tanah Suci, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan pesantren Al-Mujahidin di tahun 1934. Selanjutnya, pada 22 Agustus 1937, ia mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus untuk mendidik kaum pria. Kemudian pada 21 April 1943, ia mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum wanita.
Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok, yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan. Secara khusus nama madrasah tersebut diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Daurun Nahdlatain Nahdlatul Wathan. Istilah “Nahdlatain” diambil dari kedua madrasah tersebut.
Pada tahun 1952, madrasah-madrasah cabang NWDI-NBDI yang didirikan oleh para alumnus di berbagai daerah telah berjumlah 66 buah. Maka untuk mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan madrasah-madrasah cabang tersebut beserta seluruh amal usahanya, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan yang bergerak di dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah pada 1 Maret 1953 M.

Hingga tahun 1997 atau wafatnya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola organisasi Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
Begitu pula lembaga sosial dan dakwah Islamiyah Nahdlatul Wathan berkembang dengan pesat. Bukan hanya di NTB, melainkan juga di berbagai daerah di Indonesia, seperti NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain.,, Lanjut Halaman 3