PORTAL BERITA LOMBOK

Budayakan Lombok Membaca

[THREAD] Dalam Dunia Intelijen Sangat Dikenal Pembunuhan Dengan Racun yang Efeknya Pelan-pelan

3 min read
Rabu, 10 Feb 2021 | 5:32 PM

Ilustrasi

LOMBOK GROUP NEWS | Dalam Dunia Intelijen sangat dikenal Pembunuhan dengan racun yang efeknya pelan-pelan. Berikut sekedar berbagi pengetahuan :

1. Polonium-210
Salah satu racun pernah digunakan untuk pembunuhan politik adalah polonium-210.

Unsur yang ditemukan pada 1898 oleh ilmuwan Marie dan Pierre Curie ini menjadi penyebab kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 2004. Intelijen Israel diduga kuat berada di belakang pembunuhan tersebut.

Polonium-210 juga yang merenggut nyawa Alexander Litvinenko, mantan agen Rusia yang membelot ke Inggris pada 2006. Diduga kuat, rezim Moskow berada dibalik pembunuhan Litvinenko.

Polonium-210, ketika luruh melepaskan partikel alfa yang berbahaya bagi tubuh, zat tersebut akan merasuk ke aliran darah, limpa, ginjal, dan liver serta sumsum tulang. Akibatnya, tubuh manusia seperti terkena kanker stadium akhir.

Manusia yg terpapar akan mengalami kerusakan liver& ginjal. Setelah itu, rasa mual dan sakit kepala ekstrem pun akan mengikuti. Sang korban akan mengalami muntah, diare, dan kerontokan rambut. Kematian pun akan tiba dlm rentang waktu beragam, bisa dlm hitungan hari maupun pekan.

Baca Juga:  Warga Bangkalan: Corona Enggak Bakal Hilang Selama Presidennya Jokowi

2. Sarin
Ibnu Al Khattab, pemimpin pemberontak Chechnya, yg tewas diracun zat sarin padaa 2002. Perlawanannya terhadap rezim Rusia di Moskow menjadi penyebab kematian pria bernama asli Samir Saleh Abdullah Al Suwailem ini. Zat ini dibuat di Jerman pada thn 1938 sebagai pestisida.

Namun CDC menyatakan sarin lebih mematikan dari pestisida biasa. Zat ini ‘ampuh’ membunuh manusia apabila dicampur dalam minuman dan makanan. Selain itu, menyemprotkan sarin ke udara juga bisa membunuh manusia.

Sama seperti VX, sarin juga sulit dikenali sebagai zat berbahaya karena berupa cairan bening, tak berwarna, tak berbau dan tak memiliki rasa.

Manusia yang sudah terkena gas sarin, dalam rentang waktu beberapa detik akan mengalami sakit mata,diare, lemas, muntah dan ketidakteraturan detak jantung.

Baca Juga:  Indonesia Pamer Pasien Covid-19 Sembuh, Sutradara Kanada Daniel Ziv: Bodoh

Jika terkena sarin dalam jumlah besar, baik berbentuk cair maupun gas, gejalanya akan lebih dahsyat yakni lumpuh, kejang-kejang, hingga tak bisa bernapas.

3. Arsenik
Arsenik adalah racun yang melenyapkan nyawa aktivis HAM Munir Said Thalib pada 2004. Agen Badan Intelijen Negara diduga kuat terlibat dalam pembunuhan pendiri LSM Kontras itu. Arsenik merupakan unsur kimia semilogam yang berbentuk bubuk putih, dan tanpa rasa serta bau.

Manusia dapat terpapar arsenik melalui makanan, minuman maupun udara. Manusia yang terkena racun ini akan menunjukkan dua kemungkinan gejala. Kemungkinan pertama adalah kelumpuhan parah yang bisa terjadi dalam waktu 1-2 jam setelah konsumsi.

Biasanya, kelumpuhan itu sering diiringi dengan perilaku mengigau atau ketidakwarasan. Sedangkan kemungkinan kedua adalah gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit kepala, dan diare.

Zat arsenik dapat mematikan manusia karena merusak sistem pencernaan secara hebat sehingga menyebabkan kekacauan bagian dalam tubuh. Akibatnya, kondisi tubuh semakin menurun dan kematian pun tinggal menunggu waktu.

Baca Juga:  Berikut Beberapa Hal Yang Menyebabkan Orang Sering Kentut

4. Botulinum Toxin (Botox)
Botulinum toxin menyebabkan botulisme, kondisi fatal jika tidak segera diobati. Ini melibatkan kelumpuhan otot, yang pada akhirnya mengarah pada kelumpuhan sistem pernafasan yang dapat berujung kematian.

Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau dengan menelan makanan yang terkontaminasi. Sekadar informasi, toksin botulinum adalah hal yang sama yang digunakan untuk suntikan Botox!

5. Dimethylmercury
Zat yang satu ini tergolong sebagai pembunuh lambat buatan manusia! Tapi justru inilah yang membuatnya lebih berbahaya. Penyerapan dosis serendah 0.1ml telah terbukti berakibat fatal.

Namun, gejala keracunan baru mulai muncul setelah berbulan-bulan paparan awal, namun tetap terlambat untuk diobati. Jadi bila ada tahanan (terutama tokoh) meninggal dg gejala² seperti efek racun² tsb.. tak salah bila kita curiga..
Cat; Dari berbagai sumber.